Beranda Semarang Raya Demak Terbitkan Perdes Stop BABS

Terbitkan Perdes Stop BABS

0
Terbitkan Perdes Stop BABS

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Khatib masjid di wilayah Demak diajak untuk turut mengedukasi masyarakat agar tidak buang air besar sembarangan (BABS). Hal ini disampaikan Bupati HM Natsir disela pencanangan stop BABS di Kecamatan Kebonagung kemarin.

Deklarasi Open Defecetion Free (ODF) tersebut sebagai upaya Dinas Kesehatan Pemkab Demak dalam menggerakkan warga agar dapat menjaga kesehatan lingkungannya.“Kembali saya tegaskan, bahwa tahun 2020 seluruh kecamatan di Demak harus terbebas dari BABS ini,” katanya.

Dia mengatakan, stop BABS merupakan salah satu upaya untuk mendukung program universal akses. Yaitu 100 persen akses untuk air minum, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen untuk akses sanitasi yang layak. “Mari jadikan momentum ini untuk memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa tingkat derajat kesehatan masyarakat dimulai dari kebersihan diri sendiri. Termasuk didalamnya pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Ajak masyarakat untuk senantiasa mencuci tangan sebelum dan setelah beraktivitas serta mengelola air minum rumah tangga dan makanan,” ujar bupati.

Kepala Dinas Kesehatan, Guvrin Heru Putranto menambahkan, stop ODF merupakan kondisi ketika setiap orang tidak buang air besar sembarangan, termasuk didalamnya adalah akses sanitasinya. Hal itu, kata dia, mengingat pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan.

“Maka dibutuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keberadaan jamban. Idealnya satu rumah satu jamban,” katanya.

Salah satu terobosan menarik adalah inovasi yang dilakukan Pemerintah Desa Sidomulyo, Kecamatan Dempet. Desa tersebut telah menerbitkan Peraturan Desa (Perdes) terkait stop BABS. Dalam perdes itu disebutkan, bahwa warga yang buang air besar sembarangan akan dikenakan sanksi moral dan material. “Saya berharap, inovasi ini dapat diikuti oleh desa yang lain. Kepada para kades untuk membuat WC umum dengan menggunakan dana desa (DD) atau alokasi dana desa (ADD). Dengan demikian, Demak cepat bebas dari BABS,” katanya. (hib/bas)