HIPMI Demak Diminta Lebih Gerakkan Ekonomi Daerah

543

RADARSEMARANG.ID, DEMAK- Bisnis kuliner di Demak berkembang pesat. Usaha makanan dan minuman, termasuk usaha yang levelnya kecil seperti nasi kucingan juga cukup menjanjikan dan menguntungkan. Jualan nasi kucingan semalam bisa mengantongi keuntungan antara Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. Demikian disampaikan Wabup Joko Sutanto disela pelantikan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cabang Demak di RM Kalijogo Kamis (18/7/2019) malam.

“Jika diakumulasi dalam sebulan, keuntungan jualan nasi kucingan itu hasilnya lebih besar dibandingkan dengan gaji pokok sebagai wakil bupati seperti saya yang sebulan hanya Rp 5 juta kurang Rp 50 ribu. Belum pernah naik. Untuk gaji bupati hanya sekitar Rp 5,6 juta sebulan. Selisihnya tidaknya banyak. Selebihnya, hanya fasilitas fasilitas,”ungkap Wabup Joko.

Menurutnya, menciptakan usaha usaha kecil seperti kuliner tersebut, perekonomian di Kabupaten Demak dapat tumbuh dengan baik. “Usaha atau jualan seperti itu tidak perlu membuat laporan hasil kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). Kalau mau membeli mobil mewah pun tidak perlu dilaporkan. Jadi sebenarnya enak bekerja menjadi pengusaha daripada pejabat,”katanya. Karena itu, kata dia, usaha yang dilakukan para pengusaha muda di Demak yang tergabung dalam HIPMI dinilai dapat menjadi penggerak utama dalam perekonomian daerah. “Yang penting kalau sudah sukses berusaha jangan pelit membagi keberhasilan kepada anak anak muda lainnya yang baru memulai usahanya,”kata Wabup.

Toloh pengusaha konstruksi Demak H Noer Halim menyampaikan apresiasi terhadap kiprah HIPMI dalam mendorong perekonomian daerah selama ini. “Tantangan HIPMI kedepan makin berat, utamanya dalam menghadapi pasar bebas. Karena itu, harus dipersiapkan SDM yang ada agar bisa menaklukkan tantangan tersebut,”ujarnya.