Bupati Demak Lantik Dua Kades

398

RADARSEMARANG.ID,DEMAK- Dua jabatan kepala desa (kades) telah resmi terisi. Yaitu, jabatan kades Undaan Kidul, Kecamatan Karanganyar dan jabatan kades Jleper, Kecamatan Mijen. Hal ini ditandai dengan adanya pelantikan yang berlangsung di Pendopo Rabu (18/7/2019).

Dua kades di dua desa yang berbeda tersebut yaitu Farchan dan Nunung Astutik telah dilantik Bupati Demak HM Natsir. Mereka diambil sumpahnya untuk menduduki jabatan sebagai kades masa jabatan 2019-2022.Pelantikan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan di Desa Undaan Kidul dan Jleper lantaran kades yang lama meninggal dunia.

Bupati Natsir menyampaikan, setelah dilantik, maka kades terkait harus segera menyesuaikan diri dan menjalankan tugasnya sebagai kades. ”Segera menyesuaikan diri terhadap tugas dan kewajiban yang harus saudara laksanakan. Jadilah pemimpin yang bijak. Mampu merangkul seluruh masyarakat karena saudara merupakan tertua di desa,”ungkap bupati. Sebagai pelayan masyarakat, kata bupati, maka kepala desa juga harus dapat menjadi sosok pemimpin yang mampu memegang teguh prinsip ’ing ngarso sung tulodo. Ing madyo mangun karso dan tut wuri handayani’. Menurutnya, sosok kepala desa harus mampu memberikan suri tauladan serta contoh yang baik kepada masyarakat dan memiliki moral yang baik pula.

“Kades itu ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kemasyarakatan. Saya harap saudara dapat berperan sebagai pemimpin yang bertanggung jawab dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama dalam rangka program pengentasan kemiskinan,” ujar Natsir.

Dia menambahkan, kades memiliki tugas pokok untuk memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat, melaksanakan kehidupan berdemokrasi, dan menyelenggarakan administrasi pemerintahan desa dengan baik. Tak kalah penting adalah tugas untuk memberdayakan masyarakat dan lembaga desa, mendamaikan perselisihan masyarakat di desa, membina, mengayomi serta melestarikan nilai-nilai sosial budaya dan adat istiadat. Termasuk menggerakkan partisipasi masyarakat dan swadaya gotong royong masyarakat sebagai sendi utama.