Melanggar, Lima Truk Galian C Dirazia

114
DIBERHENTIKAN : Petugas Satpol PP menanyai sopir truk pengangkut galian C yang tak mematuhi aturan Kamis (28/11). (Satpol For Jawa Pos Radar Kedu)
DIBERHENTIKAN : Petugas Satpol PP menanyai sopir truk pengangkut galian C yang tak mematuhi aturan Kamis (28/11). (Satpol For Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO –  Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Wonosobo menggelar operasi di jalan raya Bedakah Tlogomultyo, Kertek kemarin. Dari operasi situ ada 5 truk pengangkut pasir galian C yang tak mematuhi peraturan diamankan Satpol. Mereka dianggap mengganggu ketertiban umum, lantaran tidak menutup bak truk berisi material dengan menggunakan terpal

Hal tersebut disampaikan Kasi Penindakan dan operasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Wonosobo Musafak. “Lima truk itu kita berhentikan. Selanjutnya kita tahan STNK mereka, untuk segera ikuti gelar sidang di pengadilan,” ucapnya setelah merazia sejumlah angkutan ber tonase besar, pada Kamis (28/11) lalu.

Meski telah dilakukan penahanan pada STNK, pihaknya mengaku tetap melepaskan kendaraan. Sebab hal tersebut dilakukan baru sebatas peringatan awal bagi para pengemudi. “Jika pada suatu waktu diadakan razia kembali dan mereka masih melanggar. Tidak menutup kemungkinan akan kita bawa kendaraannya,” katanya.

Kepala Satpol PP  Haryono  menambahkan truk pengangkutan pasir galian C di Wonosobo dianggap meresahkan warga. Selain mengganggu ketertiban umum, mereka juga dianggap membahayakan pengguna jalan yang lain. Sehingga Satpol PP wonosobo bergerak menyikapi persoalan tersebut.

“Kewenangan kita ya di situ, sesuai dengan Perda Trantibum. Di luar itu bukan kewenangan Satpol,” katanya.

Disebutkan, dasar penegakan itu merujuk pada  Perda No 2 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. Pada  pasal 11, huruf G, ayat 1 disebutkan pengangkutan material oleh  kendaraan  tidak menggunakan pengamanan. “Kita sasar truk galian C liar yang angkut pasir dan batu secara terbuka tidak gunakan terpal atau penutup bak truk,”tandasnya.

Diakui sejak kewenangan berpindah ke provinsi, Satpol tidak menggelar operasi langsung ke galian C liar, sehingga mencari celah melalui peraturan daerah tentang ketentraman dan ketertiban umum.

Satpol PP memang harus mengambil langkah terkait galian C liar di Wonosobo. Hal itu juga merujuk hasil rapat dengan sekda beberapa waktu lalu, agar Satpol PP ikut menyikapi masalah tersebut sebagai bentuk tanggung jawaban Pemkab. (git/lis)