Tiga Sekolah jadi Rintisan Sekolah Siaga Kependudukan, Siapa Saja?

120
WASPADA TIGA BAHAYA : : Wakil Bupati Agus Subagiyo memimpin Kepala DPPKBPPA Junaedi serta para kepala sekolah menabuh drum sebagai tanda peresmian SSK. (Dok diskominfo For Jawa Pos Radar Kedu)
WASPADA TIGA BAHAYA : : Wakil Bupati Agus Subagiyo memimpin Kepala DPPKBPPA Junaedi serta para kepala sekolah menabuh drum sebagai tanda peresmian SSK. (Dok diskominfo For Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggandeng 3 sekolah sebagai rintisan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Ketiga sekolah tersebut menerapkan siaga kependudukan agar siswanya terhindar dari perilaku menyimpan.

“Saya mengimbau, karena SSK ini sangat positif agar bisa diterapkan di semua sekolah, baik di jenjang menengah atas dan kejuruan maupun SMP dan Sekolah Dasar,” harap Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo.

Dengan menerapkan siaga kependudukan, siswa belajar mengenai tata kelola kependudukan, termasuk di dalamnya menghindari 3 bahaya yang mengancam masa depannya. Ketiga bahaya tersebut, yaitu bahaya seks pranikah, narkoba, dan bahaya penyakit menular seksual.

“Jadi sangat penting setiap siswa di sekolah agar menghindari ketiga bahaya ini, karena efek negatifnya sudah jelas, termasuk hancurnya masa depan maupun tungginya angka perceraian di Kabupaten Wonosobo ini,” tuturnya saat meresmikan SMA Muhamadiyah Wonosobo, SMA Negeri 1 Wonosobo dan SMP Negeri 1 Sukoharjo sebagai SSK.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPA) Junaedi menyebutkan SSK menjadi bagian dari upaya menekan dampak pergaulan bebas antarremaja. “Maka simbol Generasi Berencana (Genre) para pelajar ini adalah mengangkat ketiga jari, sementara jari telunjuk dan ibu jari membentuk angka nol,” terangnya. (git/ton)