Tiga Inovasi Smart City Diapresiasi

214
KOMITMEN : Bupati Wonosobo Eko Purnomo, Sekda One Andang Wardoyo, Kadis Kominfo Eko Suryantoro dan jajaran OPD membincang smart city. (IST)
KOMITMEN : Bupati Wonosobo Eko Purnomo, Sekda One Andang Wardoyo, Kadis Kominfo Eko Suryantoro dan jajaran OPD membincang smart city. (IST)

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO – Recana induk (masterplan) Kota Cerdas Wonosobo mendapat apresiasi positif dari Direktorat Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI. Wonosobo mengajukan konsep tiga cara cepat mengatasi masalah.
Kepala Dinas Kominfo Eko Suryantoro menjelaskan tahapan lanjut dari penyusunan rencana induk smart city telah masuk pada agenda evaluasi oleh pemerintah pusat.

“Dalam evaluasi masterplan tersebut, sejumlah syarat yang wajib dipenuhi kemudian dipresentasikan oleh bupati, didampingi sekda, kepala Dinas Kominfo, kepala Bappeda dan pejabat terkait lainnya, di depan tim dari lintas kementerian,” terang Eko yang dihubungi melalui sambungan telepon Rabu (6/11) sore.

Dalam forum selama dua jam tersebut, tim smart city juga menayangkan film pendek berisi sejumlah inovasi untuk menekan angka kemiskinan. Tiga inovasi, meliputi Labu Bali (Layanan Budaya Baca Literasi), PL SAGITA (Pangan Lokal Sahabat Keluarga Kita, dan Aplikasi Sobo Aksi dengan Warga Bintang Lima, menurut Eko mendapat apresiasi sangat positif.

“Tim evaluasi dari pemerintah pusat memperlihatkan antusiasme tinggi dalam diskusi setelah presentasi materi dan penayangan film,” tambah Wajiran, kepala Seksi Teknik Komunikasi Jaringan dan Persandian Dinas Kominfo.

Ketiga quick wins yang diangkat Pemkab Wonosobo, menurut Wajiran sudah mampu mewakili sejauh mana kesiapan Kabupaten Wonosobo dalam menerapkan program smart city. Warga Bintang Lima di aplikasi Sobo Aksi contohnya, disebutnya akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan di Kabupaten Wonosobo.

Sementara untuk Labu Bali, alias layanan budaya baca dan literasi yang digagas SD Negeri 1 Garung menjadi solusi terhadap rendahnya minat baca siswa saat ini. Inovasi PL SAGITA diproyeksikan sebagai solusi agar masyarakat tidak lagi tergantung pada beras sebagai sumber karbohidrat. (git/lis)