Beranda Radar Kedu Wonosobo Tinggi, Kekerasan Anak di Sekolah

Tinggi, Kekerasan Anak di Sekolah

0
Tinggi, Kekerasan Anak di Sekolah

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO — Tindak kekerasan terhadap anak, masih tinggi. Dari 1.000 kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi sepanjang 2016, 84 persen di antaranya terjadi di sekolah. Untuk itu, orang tua diminta lebih protektif terhadap keberadaan anak di luar rumah. Asisten Pembangunan Setda, Sumaedi mengungkap fakta tersebut ketika mewakili Bupati Wonosobo menyampaikan sambutan dalam launching sekolah ramah anak (SRA) di SD Negeri 1 Pecekelan Kecamatan Sapuran, Selasa (19/12).

“Hasil Riset dari International Center For Research On Women (ICRW) pada Februari menunjukkan data mencengangkan, di mana angka kasus kekerasan anak di sekolah pada 2016 di Indonesia mencapai 84 persen atau lebih tinggi dibanding Vietnam (79%) dan Kamboja (73%).”

Di Wonosobo, kondisi hampir serupa masih terjadi. Data yang tercatat, pada 2015, muncul kekerasan terhadap anak sebanyak 71 kasus. “Karena itu, adanya launching Sekolah Ramah Anak tingkat SD ini, kami sangat apresiatif dan mendukung sepenuhnya.” Keberadaan Sekolah Ramah Anak, diharapkan Sumaedi, semakin menguatkan komitmen dan pemahaman seluruh elemen pendidikan akan pentingnya prinsip-prinsip perlindungan anak ke dalam penyelenggaraan pendidikan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPP PPPA dan KB), dr. Okie Hapsoro menyebut, sudah ada 32 sekolah yang memenuhi standar kelayakan SRA. Terdiri atas 16 SD dan 16 SMP. (ali/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.