Satpam Edarkan Obat Terlarang

179
BARANG BUKTI : Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali saat menunjukan barang bukti obat terlarang dari tersangka yang ditangkapnya Minggu (24/11). (TABAH RIYADI / JAWA POS RADAR KEDU)
BARANG BUKTI : Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali saat menunjukan barang bukti obat terlarang dari tersangka yang ditangkapnya Minggu (24/11). (TABAH RIYADI / JAWA POS RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG– Yudi aditya, 24, harus mendekam di jeruji besi akibat menjual obat-obat terlarang. Pria yang sehari-hari satpam di salah satu industri kayu di Temanggung itu ditangkap petugas di jalan raya Temanggung-Bulu pada Minggu (24/11).

“Dari tangan tersangka kami amankan 5 tablet Lorazepam yang disimpan di saku celana dan 30 tablet Clonazepam. Serta 40 bungkus plastik klip berisi tablet warna putih berlogo hurup Y masing-masing 10 butir,” ungkap Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali.

Petugas kemudian menggeledah rumahnya di Dusun Pongangan Desa Tegowanuh, Kecamatan Kaloran. Dari penggeledahan itu ditemukan ratusan tablet obat terlarang yang akan dijualnya.

“Dirumahnya kami kembali mengamankan 100 butir tablet Lorazempam, 60 tablet Clonazepam, 90 tablet Alprazolam dan 30 bungkus plastik berisi tablet warna putih berlogo hurup Y,” tuturnya.

Tersangka menjual barang haram tersebut dengan harga yang berbeda-beda. Sebanyak 10 butir tablet Lorazempam dijual Rp 250 ribu, 10 tablet Clonazepam dijual Rp 450 ribu, 10 tablet Alprazolam dijual Rp 250 ribu. Satu cepuk berisi 1.000 tablet putih berlogo hurup Y dijual Rp 1,3 juta.

“Tersangka mengaku mendapatkan barang-barang haram tersebut dari Agung Febriansecaqra melalui media sosial dan uang dikirim melalui ATM,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, satpam tersebut akan dijerat pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) dan ayat (3), subsider pasal 197 jo pasal 106 ayat (1), Leb Subsider 198 yo Pasal 108 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. “Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar,” ucapnya

Selain itu, anggotanya juga mengamankan pengedar ganja yang bernama Budiyono Eko Wahyudin warga Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. “Tersangka diamankan anggota Satresnarkoba  pada 24 Oktober 2019 pukul 23.00 di jalan raya Parakan-Wonosobo,” katanya.

Dari tangan pelaku, diamankan tiga bungkus plastik berisi batang daun dan biji kering tanaman ganja. Berat kotor masing-masing 98,11 gram, 78,94 gram, dan 23,06 gram yang disembunyikan di dalam dek sepeda motor bagian depan belakang plat nomor. (tbh/lis)