Pancaroba Rawan ISPA

96
SENAM: Sebelum digelar pelatihan, peserta dan tamu udangan diajak senam sehat Kun Anta, nampak Direktur Operasional BPI Shiroki Yamashita juga ikut senam. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SENAM: Sebelum digelar pelatihan, peserta dan tamu udangan diajak senam sehat Kun Anta, nampak Direktur Operasional BPI Shiroki Yamashita juga ikut senam. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG – Di musim pancaroba ada beberapa penyakit yang harus diwaspadai. Di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan demam berdarah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Suparjo mengungkapkan serangan ISPA sangat rawan terjadi di saat peralihan musim dari kemarau ke penghujan. Kerawanan penyakit yang menimbulkan gejala batuk, pilek dan demam tersebut dianggap dapat menyerang siapa saja utamanya balita.

“Penyebab ISPA itu karena pengaruh hawa dingin bagi anak balita. Seringkali kita lihat balita itu biasanya dibawa dengan naik sepeda motor tapi tidak diselimuti itu sangat rawan rawan sekali,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya mengimbau balita atau anak-anak tidak terkena air hujan karena itu juga menjadi salah satu penyebab penyakit ISPA. “Intinya jika di musim penghujan seperti ini, anak-anak dijaga dari hawa dingin jangan sampai kedinginan,” pesannya.

Menurutnya, ISPA tidak hanya dapat menyerang anak-anak. Namun orang-orang dewasa. Selain ISPA, juga demam berdarah.  Menurutnya pencegahan dan penanganan masalah penyakit yang mematikan tersebut satu-satunya solusi terbaik yakni dengan cara pemberantasan sarang nyamuk.

“Pemberantasan sarang nyamuk jangan mengandalkan fogging. Solusi terbaik 3M. Menguras penampungan air, menutup penampungan air dan mengubur sampah-sampah,” tegasnya. (tbh/lis)