Jumlah Korban Keracunan Bertambah

81
MASIH LEMAS : Sejumlah santriwati masih dirawat dengan intensif oleh tim medis RSUD Temanggung, Selasa (26/11). (TABAH RIYADI/JAWA POS RADAR KEDU)
MASIH LEMAS : Sejumlah santriwati masih dirawat dengan intensif oleh tim medis RSUD Temanggung, Selasa (26/11). (TABAH RIYADI/JAWA POS RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG – Jumlah santriwati Pondok Pesantren Miftakhurrasyidin, Cekelan Kelurahan Madurejo Kecamatan Temanggung yang diduga menjadi korban keracunan semakin bertambah. Hingga Selasa (26/11) siang, tercatat ada 71 santriwati yang dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas.

Sebanyak 47 santriwati dirawat di RSUD Temanggung, 11 korban di RS Gunung Sawo, 12 korban di RS PKU Muhammadiyah Temanggung, dan 1 korban di Puskesmas Selopampang. Kondisi para korban kini mulai berangsur-angsur membaik setelah mendapatkan pertolongan medis. Namun demikian tim medis masih belum bisa diketahui penyebab dari keracunan masal tersebut.

“Sudah mulai membaik, tapi perutnya masih sakit, masih berkali-kali buang air besar dan badan juga terasa lemas,” ungkap Maghfirotul, salah satu korban keracunan.

Wakil Direktur RSUD Temanggung dr Ike Ciptaningsih mengungkapkan, para korban keracunan yang dirawat di RSUD Temangggung tersebar di beberapa ruang. Ia masih belum bisa memastikan secara pasti penyebab keracunan masal yang telah ditetapkan menjadi kejadian luar biasa (KLB) tersebut. “Namun dari Dinas Kesehatan sudah mengambil sempel muntahan dari para pasien untuk mengetahui penyebab dari keracunan tersebut,” tuturnya.

Terpisah, Bupati Temanggung M Al Khadziq berjanji akan terus berupaya untuk melakukan pembinaan terhadap sejumlah pondok pesantren dan para pelaku UMKM agar kejadian serupa tidak terulang kembali. “Namun demikian makanan-makanan ini kan dibuat oleh masyarakat kita, kita tidak mungkin melarang para industri kecil rumah tangga untuk membuat makanan atau tidak bisa semuanya harus terdaftar di pemerintah dengan standar baku yang jelas,” tuturnya.

Ia mengimbau kepada pelaku usaha kecil tersebut untuk tetap berhati-hati dalam menggunakan bahan-bahan makanan yang tidak layak. (tbh/ton)