Lulusan Rehabilitasi dapat Bantuan Rp 2 Juta, Untuk Apa?

139
CERIA : Para penerima manfaat BBRSBG Kartini menari bersama pembimbingnya saat pembukaan bimbingan orangtua Senin (25/11). (TABAH RIYADI / JAWA POS RADAR KEDU)
CERIA : Para penerima manfaat BBRSBG Kartini menari bersama pembimbingnya saat pembukaan bimbingan orangtua Senin (25/11). (TABAH RIYADI / JAWA POS RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG – Sebelum diwisuda, ratusan orangtua para penerima manfaat Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini Temanggung mendapatkan pembekalan di aula BBRSBG Senin (25/11). Orangtua dibekali agar paham pentingnya pendampingan orangtua kepada para penerima manfaat saat kembali ke rumah.

Kepala Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG) Kartini Temanggung Murhardjanti mengungkapkan peran orang tua sangat besar untuk mendukung keberhasilan anak yang mengalami keterbelakangan. “Keberhasilan itu sangat ditentukan oleh orangtua saat di rumah usai mendapatkan bimbingan dari sini selama 6 bulan. Orang tua harus terlibat penuh dalam setiap upaya pengembangan anak,” ucapnya.

Dirinya mencontohkan pendampingan bisa dilakukan dengan cara memberikan arahan kepada anak yang telah mendapatkan pelatihan skill menjahit, beternak dan lain sebagainya. “Mereka setelah dari sini kami berikan bantuan uang Rp 2 juta. Itu bisa digunakan untuk usaha apapun, bisa membuka toko kelontong, beternak dan lainnya. Misalnya jika digunakan untuk berternak kambing, orang tua juga harus mengarahkan agar anak mencarikan makan, memberi rumput agar tercipta kedisiplinan,” tuturnya.

Ia juga mengaku tidak akan lepas tangan ketika penerima manfaat kembali ke rumah. Pihaknya akan melakukan pendampingan kepada para penerima manfaat yang berasal dari berbagai daerah tersebut. “Dua bulan sekali kami akan datangi mereka untuk melihat perkembangannya,” tuturnya.

Tak hanya itu, dirinya juga menyampaikan selama ini banyak anak-anak berkebutuhan khusus mengalami berbagai kekerasan, baik kekerasan seksual, psikis. “Hal itu terjadi karena orang tua kurang perlindungan. Mereka ini gampang dibujuk, dikasih uang Rp 2 ribu saja sudah mau diajak berhubungan badan,” bebernya.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan para orangtua penerima manfaat mendapatkan pembekalan agar dapat mendampingi 75 penerima manfaat yang akan diwisuda Selasa (26/11). (tbh/lis)