RSUD Berencana Pinjam Bank

73
MASIH MELAYANI : Keluarga pasien RSUD Temanggung sedang mengantre pelayanan administrasi.(TABAH RIYADI/RADARSEMARANG.ID)
MASIH MELAYANI : Keluarga pasien RSUD Temanggung sedang mengantre pelayanan administrasi.(TABAH RIYADI/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, TEMANGGUNG- Nasib Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temanggung yang mengalami krisis keuangan lantaran tagihan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih belum dibayarkan, masih belum mendapatkan solusi. Pasalnya rencana RSUD Temanggung untuk meminjam uang kepada bank ternyata masih belum mendapatkan restu dari Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq.

Orang nomor satu di Temanggung tersebut memilih rencana untuk melakukan komunikasi langsung kepada pihak Kantor Layanan Operasional BPJS Kesehatan Cabang Temanggung, guna mencari solusi atas persoalan tersebut. “Sebenarnya yang ke arah situ (meminjam bank, red) belum,” ucap Khadziq, Selasa (10/9).

Jika tagihan BPJS selama lima bulan itu tidak segera dibayarkan, dikhawatirkan RSUD Temanggung akan mengalami krisis likuiditas yang bisa mengganggu operasional rumah sakit milik pemerintah tersebut. “Tapi memang akan ada masalah keuangan jika BPJS Kesehatan tidak segera membayarkan klaim dari RSUD Temanggung. Saya kira bukan hanya Temanggung, tapi juga rumah sakit rumah sakit tempat lain,” ujarnya.

Menurutnya, kabar belum lama ini Menteri Keuangan Republik Indonesia telah mencairkan anggaran kepada BPJS Kesehatan diharapkan bisa menjadi angin segar untuk rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. Ia berharap dengan adanya pencairan untuk BPJS Kesehatan tersebut, maka BPJS bisa mencairkan klaim pembayaran kepada rumah sakit sebelum ancaman krisis likuiditas ini betul betul terjadi. “Semoga klaim bisa segera dibayarkan. Kalau itu mentok nanti baru kita akan bicarakan solusinya. Seperti apa nantinya kita akan bicarakan dengan para stakeholder yang lain,” tandasnya. (tbh/ton)