Ajar Mitigasi, Ganjar Jadi Guru Dadakan

351
GURU BARU: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajar tentang mitigasi bencana di hadapan siswa SMA 1 Temanggung, Kamis (22/1). (RICKY FITRIYANTO/RADAR KEDU)
GURU BARU: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajar tentang mitigasi bencana di hadapan siswa SMA 1 Temanggung, Kamis (22/1). (RICKY FITRIYANTO/RADAR KEDU)
GURU BARU: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajar tentang mitigasi bencana di hadapan siswa SMA 1 Temanggung, Kamis (22/1). (RICKY FITRIYANTO/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kamis (22/1) mendadak jadi guru di SMA 1 Temanggung. Di hadapan ratusan siswa, Ganjar memaparkan pemahaman tentang mitigasi bencana.

Ganjar menjelaskan, Jateng termasuk wilayah yang rawan bencana. Contohnya bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Jemblung Banjarnegara maupun kebakaran Pasar Induk Wonosobo. “Hampir semua wilayah Jateng rawan bencana. Mulai banjir, tsunami, gempa bumi, angin puting beliung, gas beracun, tanah longsor, gunung api, dan kebakaran,” jelasnya.

Ia berharap para siswa bisa memahami mitigasi bencana, mulai dari pencegahan hingga penanganan pascabencana. Pihak sekolah juga diminta menerapkan pola sekolah aman dari bencana untuk melindungi siswa, guru dan seluruh warga sekolah.

Siswi kelas XII IPA3, Hikmah Febti Merina atau akrab disapa Ema menuturkan, agar soal mitigasi bencana diberikan secara rutin misalnya pelatihan layaknya ekstra kurikuler. Dengan mitigasi, korban jiwa bisa ditekan, lantaran masyarakat sudah tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

Salah seorang siswi, Hikmah Febti Merina berharap pelatihan tentang tata cara menghadapi bencana bisa sering dilakukan. Sehingga siswa bisa tahu cara mengantisipasinya.

Selain mengajar di SMA 1 Temanggung, Ganjar juga meresmikan Desa Cyber Campurejo. Desa di lereng Pegunungan Perahu Kecamatan Tretep ini menjadi desa cyber pertama di Kabupaten Temanggung.

Ganjar mengatakan, teknologi informasi ini bisa memudahkan masyarakat mengakses internet secara gratis. Pemerintah desa diminta untuk menginformasikan seluruh kegiatan secara daring sehingga mudah diketahui masyarakat.

“Kami minta kepada Pak Kades untuk mengunggah infomasi apa saja, termasuk musrenbangdes (musyawarah perencanaan pembangunan desa) di desa, agar warga semua tahu pembangunan desanya,” terang dia. Ia berharap, pengembangan teknologi informasi ini bisa ditiru desa-desa lain.

Kepala Desa Campurejo Agus Setyawan mengatakan, pemerintah desa menyediakan fasilitas hot spot untuk masyarakat. Ternyata masyarakat merespons positif hal ini. Dengan adanya hot spot, masyarakat bisa berhemat karena tak perlu membeli pulsa untuk mengakses internet.

“Yang lebih penting lagi adalah masyarakat bisa melihat perkembangan dunia luar, bisa saling tukar infornmasi dan bagimana potensi alam di Campurejo ini bisa terangkat.”

Ia mengatakan dari enam dusun di Desa Campurejo, yakni Krajan, Gondang, Balong, Pringwulu, Sarangan, dan Pringlegi, baru tiga dusun yang bisa menikmati layanan internet gratis meliputi Krajan, Gondang, dan Balong. Fasilitas internet 24 jam bisa diakses di kantor balai desa, SD, SMP dan MTs. Sementara akses internet di rumah warga baru dibuka jam 15.00 hingga 07.00. (mg3/ton)