Sampah jadi Pupuk Organik

353

TEMANGGUNG – Langkah kreatif yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam pengelolaan sampah patut dicontoh. Pemerintah kota tembakau ini mengelola sampah menjadi pupuk kompos yang dapat dipergunakan untuk kepentingan pertanian. Pengelolaan sampah tersebut dilakukan di bak penampungan sampah sementara Kelurahan Temanggung II, Kecamatan Temanggung. Moko, 26, dan Anggun, 27, dua pekerja yang membuat kompos di dekat bak penampungan sampah sementara Kelurahan Temanggung II, mengatakan, setiap hari setidaknya dua rit angkutan sampah sepeda motor Tossa serta satu rit truk dibuat menjadi kompos.  “Pengelolaan sampah itu akan mengurangi tumpukan sampah di tempat penampungan  sementara/akhir TPS/TPA,”  katanya.
Menurut Anggun, sebelum dijadikan kompos, proses pertama sampah organik seperti dedaunan,  rumput dan ranting pepohonan itu terlebih dulu dicacah kemudian akan menghasilkan sampah dalam ukuran lebih kecil. Setelah itu tahap penguraian dalam bak-bak  penampungan yang dicampur dengan IM 4 dan kotoran ternak sebagai proses fermentasi.
Pada tahap akhir dimasukkan dalam penampungan bak-bak khusus dan akan ditimbun selama 21 satu supaya siap untuk digunakan, setelah tahap pengayaan. “Pupuk kompos tersebut kemudian dikemas dalam plastik untuk dimanfaatkan sebagai pupuk di taman-taman kota Temanggung,” katanya.
Sementara Kasie Pertamanan dan PJU, DPU Temanggung, Slamet Arkom,  menjelaskan, sampah yang dibuat kompos itu merupakan sisa-sisa pembersihan taman-taman yang ada di seluruh Temanggung dan sisa hasil perawatan pohon-pohon peneduh yang dipangkas diolah menjadi kompos sebesar 3 meter kubik per hari.
Sampah organik sendiri yang terdiri dari rumput, dedaunan, dan kayu akan masuk klasifikasi 
organik yang siap diolah di tempat ruang berukuran sekitar 10 x 15 meter di Kelurahan Temanggung I.  “Kompos hasil olahan tersebut kembali digunakan untuk memupuk taman.  Karenanya, untuk pemupukan taman bisa mengurangi anggaran, karena bisa membuat sendiri,” katanya.
Sedang sampah anorganik seperti plastik, dikumpulkan dan dikirim ke TPA Sanggrahan,  Kranggan untuk diolah sendiri menjadi produk selain kompos. “Sampah nonorganik juga  sebagian sudah dimanfaatkan oleh para warga didaur ulang untuk produk kerajinan,”  tandasnya. (zah/lis)