Tindak Pelanggar Penggunaan Hutan Lindung

256

Untuk Lahan Tanaman Semusim

TEMANGGUNG—Wakil Ketua DPRD Temanggung, Tunggul Purnomo meminta Pemerintah Kabupaten Temanggung bersikap tegas dengan adanya tindak pelanggaran penggunaan lahan hutan lindung sebagai lahan pertanian semusim. Menurutnya, hal tersebut akan membahayakan bagi keselamatan lingkungan, utamanya dalam menjaga kelestarian alam.
“Kami menerima informasi adanya penggunaan lahan hutan lindung untuk pertanian semusim. Informasi ini valid terjadi di daerah Ngadirejo dan kami minta agar Pemkab melakukan tindakan,” kata pria yang Ketua DPD Partai Golkar Temanggung ini.
Ia mengatakan, penggunaan lahan hutan lindung sebagai lahan pertanian semusim melanggar ketentuan perundangan. Hutan lindung dapat ditanami komoditas pertanian dengan persyaratan komoditas tersebut merupakan bukan tanaman semusim.
“Kami sangat mendukung dan setuju penggunaan lahan hutan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, seperti ditanami pohon kopi, kayu dan sebagainya yang mendukung kelestarian alam,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Pemkab Temanggung berjanji akan menindak terhadap pelanggaran tersebut. Dengan terlebih dahulu memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui penyuluhan. “Kita akan koordinasi dengan Perhutani dan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) untuk membahas hal ini,” kata Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi.
Ia mengatakan, sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat dibutuhkan agar mengetahui fungsi penggunaan hutan sebagaimana mestinya. Dengan demikian, maka pelanggaran penggunaan lahan hutan dapat ditekan. “Kami mendukung dan setuju dengan pelestarian lingkungan untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam,” tandasnya. (zah/lis)