Angin Kencang Rusak 71 Rumah

145
PEDULI : Bupati Magelang Zaenal Arifin di sela meninjau lokasi bencana angin puting beliung di Windusari ikut memasak nasi untuk warga Minggu (1/12). (Humas Pemkab Magelang for Jawa Pos Radar Kedu)
PEDULI : Bupati Magelang Zaenal Arifin di sela meninjau lokasi bencana angin puting beliung di Windusari ikut memasak nasi untuk warga Minggu (1/12). (Humas Pemkab Magelang for Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID – Sebanyak 71 unit rumah di dua desa Kecamatan Windusari, Sabtu (30/11) lalu rusak diterjang angin kencang. Akibat bencana ini, Pemkab Magelang menetapkan status tanggap darurat untuk Kecamatan Windusari.

Rumah yang rusak di Desa Girimulyo dan Desa Tangjusari, Kecamatan Windusari. Kerusakan yang terjadi meliputi rusak ringan, sedang dan berat. Sebanyak 100 personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Polres Magelang, TNI, relawan, dan warga bekerja sama memperbaiki rumah yang rusak pada Minggu (1/12).

Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan, angin kencang yang terjadi didahului hujan dengan intensitas sedang lebat sejak pukul 15.00. Akibatnya beberapa rumah warga di Dusun Cepogo dan Dusun Kwadaan, Desa Girimulyo mengalami rusak. Kondisi serupa juga terjadi di Dusun Grogol, Desa Tangjungsari.

Edi menuturkan, di Dusun Cepogo Desa Girimulyo, rumah rusak ringan 36, sedang 17 dan berat 2. Kemudian di Dusun Kwadaan, Desa Girimulyo, rusak ringan 10 dan di Dusun Grogol, Desa Tangjungsari 6 rumah rusak ringan.”Kerusakan di bagian atap dan asbes. Kami terus melakukan pendataan terhadap rumah yang terdampak,” katanya.

Salah satu warga Dusun Cempogo Nur Khamid mengungkapkan kejadian angin kencang yang mirip puting beliung itu berlangsung sangat cepat. “Saya sedang di luar rumah dan terlihat anginnya datang dari arah timur,” kata Nur Khamid.

Ia menambahkan, sebelumnya cuaca di seputaran lereng Gunung Sumbing terpantau cerah pada pagi hingga tengah hari. Kemudian cuaca berubah mendung disertai hujan gerimis. Sekitar pukul 15.30 angin kencang datang berputar disertai peningkatan intensitas curah huan yang cukup deras.

Kepanikan sempat melanda warga yang saat itu tengah berada di dalam rumah. Mereka berlari keluar dan mencoba untuk berlindung.  “Angin terlihat dari arah timur. Sekeluarga saya selamat meskipun sempat panik saat itu,” tuturnya.

Edi Susanto menyebutkan lokasi terdampak ini memang sudah kerap kali terkena angin kencang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. “Sudah langganan, tetapi tidak sebesar kali ini. Saat ini warga masih berada di posko-posko penampungan sementara. Bantuan logistik dan dapur umum juga sudah ada. Tim relawan dan warga sekitar juga sudah melakukan recovery rumah-rumah yang terdampak angin kencang,” bebernya.

Sementara, Bupati Magelang Zaenal Arifin saat meninjau meninjau Dusun Cepogo, Desa Girimulyo menyatakan prihatin. Menurut Zaenal, Kabupaten Magelang memiliki potensi bencana yang luar biasa. Keberadaan lima gunung yang mengelilingi wilayah Kabupaten Magelang, kata Zaenal, juga menjadi salah satu faktor terjadinya bencana alam, baik tanah longsor dan angin puting beliung.

Zaenal menjelaskan, pascabencana angin kencang, Pemkab Magelang telah menetapkan situasi tanggap darurat untuk segera melakukan pemulihan di lokasi terdampak bencana.

“Nanti pasti kita akan lakukan tanggap darurat. Karena dalam posisi seperti ini kemungkinan-kemungkinan masih bisa saja terjadi. Namun tanggap daruratnya berapa hari, saya masih harus menunggu kajian dari BPBD,” tukasnya. (had/vie/lis)