293 Pilkades, Petahana di 89 Desa Tak Terpilih    

148
MEMILIH PEMIMPIN : Bupati Magelang Zaenal Arifin berbincang dengan panitia pilkades di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur. (Agus Hadianto)

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID— Sejumlah petahana dilaporkan kalah dalam Pilkades serentak 2019, pekan lalu. Kekalahan para incumbent didominasi oleh rival yang merupakan mantan kades sebelumnya.

Berdasarkan hasil rekapitulasi, di Desa Bandongan, Kecamatan Bandongan, kades petahana, Mustofa Ahmad harus mengalah dari Sujono dengan perolehan suara sangat jauh. Mustofa Ahmad mendapat 646 suara dan Sujono 1.173 suara. Sedangkan calon kades petahana di Desa Pancuranmas, yakni calon nomor 1 Budi Prayitno hanya memperoleh 1.016 suara. Petahana dikalahkan oleh ayah pemain timnas U-19 Bagas-Bagus, yakni Yuni Puji Istiono dengan nomor urut 2 yang memperoleh 1.759 suara. Yuni juga merupakan mantan Kades Pancuranmas, Kecamatan Secang.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Kelembagaan Desa, Dispermades Kabupaten Magelang, Khoirul Anwar, mengatakan dari 293 Pilkades di Kabupaten Magelang, ada 89 calon petahana yang kalah. Para petahana ini kalah dengan calon yang baru atau mantan kepala desa pada periode sebelumnya.

“Incumbent dalam pilkades yang tidak terpilih ada 89. Terus dua kalah di awal, tahap penyaringan tambahan. Karena maksimal calon kades tiap desa ada 5 orang, sedangkan jika pendaftar lebih dari 5 orang dilakukan seleksi tertulis,” katanya.

Pasangan suami istri yang melaju pada Pilkades kemarin, juga masing-masing menang sesuai calon yang diunggulkan. “Untuk yang 34 calon kades dari pasutri, mayoritas menang yang dari suami. Karena memang istri menjadi lawan. Sedang dari 34 pasangan ini, yang istri menjadi kades dan suami menjadi lawan hanya di Desa Sidorejo, Kecamatan Tegalrejo. Beliau kades perempuan dan sudah dua periode menjabat,” imbuh Khoirul.

Sementara itu, satu desa yang gagal melaksanakan Pilkades yakni Desa Blondo, Kecamatan Mertoyudan, masih menunggu keputusan dari Bupati Magelang.

Calon Kades Pancuranmas, Kecamatan Secang, Yuni Puji Istiono mengatakan, pencalonan yang sekarang untuk periode yang ketiga. Yuni mengaku ia pernah menjadi Kades Pancuranmas selama dua periode, dan aturan saat itu mengatur hanya menjabat dua periode. “Dulu dua periode saya harus break. Ini didukung, didorong oleh relawan untuk dicalonkan menjadi Kepala Desa Pancuranmas kembali,” terangnya.

Yuni menyebutkan, pada periode pertama menjadi Kades dengan masa kerja selama 8 tahun, kemudian periode kedua masa kerja 6 tahun. Kemudian untuk periode sekarang, menurut Yuni, masa kerjanya selama 6 tahun. “Istilahnya menang tanpa ngasorake. Kita ajak bersama-sama untuk membangun Desa Pancuranmas. Alhamdulillah, andil Bagas-Bagus sangat luar biasa dalam menarik kaum milenial untuk bisa mendukung dan membantu bapaknya yang dicalonkan,” tukasnya. (had/vie/ton)

“Untuk yang 34 calon kades dari pasutri, hampir semua menang yang dari suami. Karena memang istri menjadi lawan. Sedang dari 34 pasangan ini, yang istri menjadi kades dan suami menjadi lawan hanya di Desa Sidorejo, Kecamatan Tegalrejo.” Khoirul Anwar