Pilkades Gagal, Bupati: Ketua Panitianya Mundur

209
MEMILIH PEMIMPIN : Bupati Magelang Zaenal Arifin berbincang dengan panitia pilkades di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur. (Agus Hadianto)

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID  – Satu desa di Kabupaten Magelang akhirnya gagal melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2019. Kegagalan ini akibat panitia pilkades mengundurkan diri.

Balai Desa Blondo, Kecamatan Mungkid, Minggu (24/11) terlihat sepi dan tidak ada aktivitas apapun. Bahkan tidak ada satu orang pun tampak di kantor balai Desa Blondo. Seluruh pintu dan jendela tertutup rapat. Hal berbeda terlihat saat Jawa Pos Radar Kedu memantau pilkades di Desa Trasan, Kecamatan Bandongan. Sejak pukul 07.30 WIB, warga sudah antusias datang dan memenuhi kursi untuk memilih dua calon kades yang kebetulan adalah suami istri. Yakni Nok Haryati nomor urut satu, dan kades petahana yang sudah menjabat dua periode sekaligus suaminya, Bagawat Gita dengan nomor urut 2.

Bupati Magelang Zaenal Arifin menjelaskan, pilkades Desa Blondo memang gagal dilaksanakan. “Ternyata di sana, ketua panitia mengundurkan diri, terus sekretaris panitia juga mengundurkan diri dan tidak ada yang bisa menjadi panitia pelaksana,” ujarnya di sela-sela memantau Pilkades di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Minggu (24/11).

Zaenal menegaskan, sebelumnya,  Pemkab Magelang telah menyampaikan imbauan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Blondo agar melaksanakan tahapan pilkades sesuai dengan regulasi yang ada. “Untuk proses berikutnya akan kita konsultasikan menuju Kemendagri, apakah bisa langsung kita gelar, apakah ditunda. Pemerintah daerah diberikan slot untuk melaksanakan pilkades tiga kali. Ini slot yang terakhir sehingga ini perlu dikonsultasikan ke Jakarta,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Kabupaten Magelang, Sujadi menambahkan, BPD Desa Blondo gagal membentuk kepanitian yang baru. Kepanitian baru tersebut khususnya untuk jabatan ketua panitia yang sebelumnya diberhentikan dan sekretaris panitia yang mengundurkan diri. “Sebelumnya, Pemkab, dalam hal ini Bupati, sudah memberikan teguran kepada Desa Blondo terkait kisruhnya pilkades di sana. Namun memang akhirnya pilkades malah gagal dilaksanakan,” tukasnya. (had/ton)