Wow! Pelari Asing Naik ke Puntuk Setumbu dan Gereja Ayam

155
IKUT MENARI : Wisatawan mancanegara asyik menari bersama di Omah Mbudur. Mereka diajak lebih mengenali kawasan Borobudur. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
IKUT MENARI : Wisatawan mancanegara asyik menari bersama di Omah Mbudur. Mereka diajak lebih mengenali kawasan Borobudur. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID – Sekitar 80 pelari diajak Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah berkeliling di seputar Cand Borobudur. Kegiatan mengitari beberapa objek wisata di kawasan Borobudur ini tidak hanya diikuti oleh pelari domestik, tetapi juga pelari mancanegara.

Sebanyak 80 peserta One Day Tour ini dibagi menjadi dua tim. Tim A mengunjungi Punthuk Setumbu, Gereja Ayam, wisata andong mengitari desa wisata Candirejo, dan berakhir di Omah Mbudur. Sedang tim B mengikuti rafting di Sungai Elo dan wisata andong mengitari desa wisata Candirejo serta berakhir di Omah Mbudur.

Di Omah Mbudur mereka diajak menikmati kesenian khas dari Pegunungan Merbabu, menikmati kuliner khas Magelang, membuat seni kriya ukir, dan juga diajak menari. Pelari asal Jepang, Singapura, Malaysia, Kenya, dan Belanda pun tampak antusias menikmati tarian.

Salah satu pelari marathon asal Jepang, Hiroki Meguro, 33, mengaku sangat senang dan puas menikmati wisata yang ada di Borobudur. Bagi Hiroki, ini adalah pengalaman pertamanya mengetahui bahwa ada tempat wisata lain selain Candi Borobudur. “Very good. Senang karena baru kali ini jalan-jalan sendiri. Pertama kali menyentuh dan memainkan gamelan tadi di Desa Wisata Candirejo. Baru kali ini mengunjungi selain Borobudur. Dulu lima tahun lalu, hanya mengunjungi Borobudur dan Prambanan,” ucap pria Jepang yang fasih berbahasa Indonesia ini.

Hiroki mengaku jatuh cinta dengan Indonesia. Selain karena keramahan warganya juga karena banyaknya budaya yang ada. Bahkan ia kini telah memiliki istri asli Sukabumi, Jawa Barat, yang dinikahinya empat tahun silam.

Hal yang sama juga diutarakan pelari asal Malaysia, Simon. “Saya sangat senang dan baru tahu bahwa di Borobudur selain candi, juga ada wisata lain seperti gereja ayam, Punthuk setumbu dan lainnya,” katanya.

Kasi Pengembangan Pasar Bidang Pemasaran Wisata Disporapar Provinsi Jawa Tengah Tanti Apriyani, menjelaskan, untuk lebih mengenalkan wisata di Borobudur, pihaknya sengaja mengajak para pelari Borobudur Marathon, khususnya asal mancanegara. “Ini sebagai rangkaian maraton dan sekaligus mengenalkan potensi wisata di Magelang, Kemarin kan mereka hanya sepintas saja, dan hari ini dikenalkan. Ini tujuan diarahkan di Punthuk Setumbu, gereja ayam, menikmati desa wisata menaiki andong, rafting Sungai Elo. Ada 80 peserta, antara lain dari Belanda, Jepang, Singapura, Kenya, Malaysia, Filipina, dan India. Untuk domestik Makassar, Aceh, Jakarta, Sumatra dan lainnya,” urainya. (had/ton)