Bencana Kekeringan di Kabupaten Magelang Meluas

134
BELUM BERAKHIR : BPBD Kabupaten Magelang saat menyalurkan bantuan air bersih ke desa yang masih dilanda kekeringan. (IST)
BELUM BERAKHIR : BPBD Kabupaten Magelang saat menyalurkan bantuan air bersih ke desa yang masih dilanda kekeringan. (IST)

RADAR SEMARANG.ID, MUNGKID— Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Magelang masih terjadi meski telah beberapa kali turun hujan. Bahkan, jumlah wilayah kekeringan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang menyebut musim kemarau pada tahun ini lebih banyak berdampak dibanding tahun sebelumnya. Dalam lima bulan terakhir, ada 17 desa di 6 kecamatan terdampak. Sedangkan pada kemarau sebelumnya hanya 8 sampai 10 desa yang kesulitan air bersih.

“Kemarau kali ini memang lebih terasa, dilihat dari banyak desa yang kesulitan air bersih. Ada 17 desa. Sementara dulu hanya 8-10 desa,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto, kemarin.

Menurut Edi, prediksi BMKG pada bulan November ini memang sudah mulai hujan, namun belum mampu mengisi sumber air warga. Kalaupun mulai terdapat sumber air kondisinya tidak layak karena keruh tidak layak dikonsumsi. Untuk itu, pihak BPBD pun masih melakukan dropping air bersih kepada wilayah yang kesulitan air bersih.

Tahun 2019 ini, BPBD telah menyiapkan 600 tangki air untuk mengantisipasi bencana kekeringan yang terjadi. Setiap tangki berisi 5.000 liter air yang akan didistribusikan atau disalurkan ke wilayah-wilayah yang dilanda kekeringan seperti Kecamatan Grabag, Tegalrejo, Borobudur, Salaman, Tempuran dan Bandongan.

“Sampai saat ini sudah lebih dari 1,5 juta liter yang didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan itu,” terangnya.

Sementara itu, pada Kamis (14/11), sebanyak 30 rumah dan satu bangunan SD di Dusun Kuwaluhan, Desa Madusari, Kecamatan Secang, rusak ringan akibat angin kencang. “Selain itu, beberapa pepohonan roboh serta baliho ambruk, dan menimpa jaringan listrik sehingga listrik pun padam,” kata Edy.
Edy mengimbau kepada masyarakat agar waspada dengan datangnya hujan yang disertai angin kencang. Warga jangan berada di dekat pohon besar maupun daerah rawan longsor.
“Kewaspadaan diperlukan mengingat saat ini sudah musim penghujan. Hindari daerah-daerah yang rawan,” tegasnya. (vie/had/ton)