Beranda Radar Kedu Mungkid Duhh, Lagi-Lagi Penambang Pasir Merapi Tewas Tertimbun

Duhh, Lagi-Lagi Penambang Pasir Merapi Tewas Tertimbun

0
Duhh, Lagi-Lagi Penambang Pasir Merapi Tewas Tertimbun
SEMENTARA DIHENTIKAN : Proses pencarian dan evakuasi penambang yang tertimbun longsoran di Dusun Tegalrejo, Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Jumat (4/5). (IST)

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID — Seorang penambang manual pasir Merapi, Supardi, 35, tewas tertimpa longsoran tebing pasir dan batu setinggi 10 meter dan lebar 5 meter. Saat tebing longsor, warga Srumbung Ngisor, Kradenan, Srumbung, Kabupaten Magelang itu sempat berupaya lari meyelamatkan diri. Namun jatuh tersandung batu hingga akhirnya tertimbun material setebal 1,5 meter.

Peristiwa bermula ketika korban beserta tiga saksi yakni Paryono, 31 dan Sriyanto, 53, warga Srumbung Ngisor, Kradenan, Srumbung serta Supriyanto, 43, warga Kemukus, Sudimoro, Srumbung menambang pasir secara manual di bawah tebing, Selasa (12/11) pagi. Tiba-tiba sekitar pukul 08.00 WIB, tebing Cawang setinggi 10 meter yang terletak di Kaliurang, Srumbung, longsor.

”Kami berhenti menambang karena dari atas terdengar suara gemuruh dan reruntuhan pasir dan batu. Kami semua lari menjauh ke titik aman,” kata Paryono.

Namun nahas, Supardi yang lari menyelamatkan diri tersandung bebatuan dan terjatuh dalam posisi telungkup. Belum sempat berdiri, longsoran material tebing setinggi kurang lebih 10 meter dengan lebar 5 meter langsung menimpa korban hidup-hidup. ”Kami berupaya mengevakuasi dan mengangkat korban yang tertimbun pasir dan baru setebal 1,5 meter dengan menggunakan alat manual. Setelah kami temukan korban sudah meninggal,” ujar dia.

Pascakejadian tebing longsor, para saksi melaporkan peristiwa tersebut ke petugas Polsek dan Koramil Srumbung. Korban selanjutnya dibawa RSUD Muntilan untuk dilakukan otopsi.

Kapolsek Srumbung Iptu Sumino membenarkan telah terjadi kecelakaan tebing longsor di Cawang, Kaliurang Srumbung hingga menyebabkan satu penambang manual meninggal dunia. Korban ditemukan dalam posisi telungkup. Menurut hasil visum dokter, korban tertimbun pasir kurang lebih satu jam. ”Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Dan tidak ada luka serius di tubuh korban,” tegas Sumino.

Usai diperiksa tim medis rumah sakit setempat, selanjutnya korban diserahkan ke pihak keluarga dan langsung dimakamkan. Pihak keluarga telah menerima bahwa kejadian tersebut murni musibah. (vie/ton)