Kiper Utama Hengkang

967
BERUBAH : Komposisi pemain Persikama akan berubah setelah mundurnya kiper M Rido, di kompetisi tahun ini. (Mukhtar.lutfi@radarsemarang.com)
BERUBAH : Komposisi pemain Persikama akan berubah setelah mundurnya kiper M Rido, di kompetisi tahun ini. (Mukhtar.lutfi@radarsemarang.com)

MUNGKID— Komposisi pemain Persikama Kabupaten Magelang dipastikan berubah. Hal ini setelah Muhammad Rido, pemain yang diproyeksikan sebagai kiper utama memilih hengkang dan kembali ke PSIM Jogjakarta klub lamanya.

Kepastian mundurnya M Rido diungkapkan oleh Pelatih Kepala Persikama Tommy Parsep (TP). Kini, skuad Persikama kini tinggal memiliki dua penjaga gawang. Yaitu Rido F dari Salatiga dan Wildan dari lokal Kabupaten Magelang.

”Dia mundur sejak minggu kemarin. Ia pamit dengan baik-baik. Bahkan sudah SMS ke saya dan jajaran manajemen. Informasinya, ia akan kembali ke klub lamanya, PSIM,” kata dia.

Kini, untuk keluarnya pemain itu, TP akan mencari satu lagi penjaga gawang. “Kami akan cari lagi. Namun tidak perlu seleksi. Kami akan cari yang sudah siap saja. Untuk kualitasnya, paling tidak setara dengan M Rido. Gambarannya sudah ada, namun kita tunggu saja perkembangannya,” ungkapnya.

Selain M Rido, dari pantauan koran ini, beberapa pemain juga tidak ikut latihan. Yaitu Deni, Edy, Prasetyawan, Herwin, Ompong, Adi Cahyadi dan Mustokim. “Untuk Deni, pamit karena alasan pekerjaan. Sedang Edy karena sedang tidak enak badan. Sedang Adi, Prasetyawan, Ompong, Herwin dan Mustokim, memang tidak dipanggil untuk persiapan turnamen Dirgantara Cup di Jogjakarta, pertengahan Februari besok,” jelasnya.

Khusus Adi, Prasetyawan, Ompong, Herwin dan Mustokim, kata TP, statusnya bukan tidak lolos seleksi atau tidak dipakai Persikama, namun hanya tidak didaftarkan pada turnamen Dirgantara Cup. Pasalnya, regulasi di turnamen itu memang hanya boleh diperkuat lima pemain berusia di atas 25 tahun.

Padahal, di timnya saat memiliki 11 pemain berusia di atas 25 tahun. “Apa boleh buat, kami terpaksa tidak mendaftarkan mereka. Namun untuk kompetisi Liga Nusantara, kami masih menunggu regulasinya. Jika memang dibolehkan lebih dari lima pemain berusia 25 tahun, tentu mereka akan kami panggil lagi,” tegasnya. (vie/lis)