Banyak Bencana Harga Buah Naik

223

MUNGKID– Bencana alam yang terjadi di sejumlah kota besar di Indonesia juga berdampak pada pedagang buah. Sejumlah komoditas mengalami kenaikan. ”Seperti jeruk brastagi, apel impor dan pir. Lokal dan impor juga kena dampaknya,” kata Rismiyati, 50, penjual buah di pasar tradisional Muntilan, kemarin.
Dia mengatakan, harga jeruk brastagi naik dastis dari Rp 10 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 14 ribu per kg. Menurut dia, kenaikan harga jeruk yang didatangkan dari Sumatera Utara tersebut dipicu erupsi Gunung Sinabung.
”Kenaikan sudah terjadi agak lama. Lebih dari satu bulan,” kata dia, kemarin.
Menurut Rismiyati, naiknya harga jeruk brastagi dikarenakan langkanya komoditas tersebut. Selain itu, dikarenakan tersendatnya distribusi barang akibat banjir yang terjadi di Jakarta dan jalur pantura Jawa Tengah.
”Selain jeruk harganya mahal, agak kotor juga karena terkena abu vulkanik,” jelasnya. Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas buah apel impor yang naik dari Rp 24 ribu per kg menjadi Rp 27 hingga 30 ribu per kg. Sementara, buah pir naik dari Rp 15 ribu menjadi Rp 20 ribu. “Untuk buah impor memang kebanyakan terdampak banjir. Kenaikan buah jenis impor terjadi seminggu sebelum perayaan imlek,” ujarnya.
Pedagang lainnya, Alex mengatakan, beberapa komoditas buah lainnya cenderung mengalami penurunan harga atau ada yang stabil harganya. Seperti harga jeruk ponkam yang turun dari Rp 20 ribu per kg menjadi Rp 18 ribu per kg. Sementara, harga buah apel malang masih normal di angka Rp 15 ribu per kg.
Kenaikan harga di beberapa jenis buah, menurut Alex berdampak pada sepinya pembeli. Pedagang pun rela mengambil keuntungan sedikit, agar buah tetap laku dan tidak membusuk. “Memang karena akhir tahun dan awal tahun banyak hajatan, membuat sepi pembeli. Kami biasanya menyiasati dengan tidak mengambil keuntungan banyak-banyak,” jelasnya.
Dia berharap kondisi ini tidak berlangsung lama dan pasokan buah tetap lancar. Sehingga, konsumen semakin banyak yang berminat untuk membeli. (vie/lis)