Beranda Radar Kedu Magelang Oki: Pacaran dengan Wanita Penghibur, Lebih Mahal Mana?

Oki: Pacaran dengan Wanita Penghibur, Lebih Mahal Mana?

0
Oki: Pacaran dengan Wanita Penghibur, Lebih Mahal Mana?
KAJIAN : Artis sekaligus dai Oki Setiana Dewi memberikan kajian Islam kepada para jamaah dalam rangkaian kegiatan Untidar Islamic Fair (UIF) ke-4 di GOR Samapta, Sport Centre Sanden Kota Magelang. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Generasi muda merupakan masa-masa indah kehidupan sekaligus rawan pergaulan bebas. Bahkan, generasi muda Islam banyak yang akhirnya terjerumus dalam pergaulan ala barat, salah satunya berpacaran.

Hal ini ditegaskan oleh dai sekaligus bintang film Ketika Cinta Bertasbih Oki Setiana Dewi Selasa (12/11) malam dalam rangkaian kegiatan Untidar Islamic Fair (UIF) ke-4 di GOR Samapta Sport Centre Sanden, Kota Magelang. Bahkan Oki secara tegas mengatakan generasi Islam harus menghindarkan diri dari bahaya maksiat. Salah satunya adalah berpacaran. Oki menyatakan Allah telah melarang umat-Nya untuk tidak mendekati zina, sedang pacarana lebih banyak ke arah zina.

“Untuk soal ini, saya sangat keras. Mohon maaf untuk adik-adik mahasiswa, kalau saya terlalu keras. Coba dipikirkan, perempuan atau wanita penghibur misal dipegang saja membayar. Sedang misal pacaran, dipegang, dicium, apakah itu membayar? Semuanya gratis. Jadi, pacaran dengan pelacur, lebih mahal mana?” tanyanya kepada jamaah yang memadati GOR Samapta.

Oki menganggap bahwa generasi muda Islam sekarang lebih berpikir modern dan bisa memilah yang baik. Namun untuk masalah pacaran, kata Oki, adalah harga mati sebuah iman seorang muslim dan muslimah.

“Kita harus mempunyai prinsip. Prinsip harus dipegang teguh, apapun yang terjadi. Jadikan masa muda kalian penuh warna. Masalah jodoh, sudah diatur oleh Allah sebelum kalian diciptakan. Generasi muda harus terus belajar dan memperbaiki diri, namun akidah dan akhlak harus terus dipegang,” tegas penulis yang menelurkan enam buku ini.

Dalam kesempatan tersebut, Oki juga menceritakan masa lalunya yang penuh perjuangan. Berbagai peristiwa, membuatnya belajar dan menjadi pegangan hidup hingga sekarang. Oki mengaku dirinya dulu terus berjuang dan tidak pernah menyerah.

“Pada saat ibu sakit, saya merawat ibu di Jakarta. Adik-adik dan keluarga di Batam. Selama tiga bulan ibu dirawat. Kemudian saya memutuskan memakai jilbab, justru rezeki terus mengalir. Dulu waktu memakai pakaian biasa dan terbuka, ratusan casting tidak lolos. Setelah memakai hijab, tawaran casting mengalir. Bahkan akhirnya bisa membintangi film Ketika Cinta Bertasbih, bahkan mendapat dua penghargaan sebagai aktris pendatang terbaik dan artis pendatang terfavorit,” ujar kandidat doktor Program Studi S3 Pengkajian Islam Konsentrasi Pendidikan Islam UIN Jakarta ini.

Sebelumnya, UIF juga menyelenggarakan Tabligh Akbar pada Minggu (10/11) dengan pembicara Habib Zaenal Abidin bin Husein Al Aidid, dengan tema utama yakni ‘manunggal ing roso, nyawiji dadi siji’. UIF merupakan besar tahunan yang dilaksanakan oleh UKM Ukai Ar Rribath Untidar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta terhadap Islam dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan serta nasionalisme terhadap NKRI.

Ketua UIF ke-4, Rifka Triyanto menuturkan pengajian akbar yang diisi oleh Oki Setiana Dewi merupakan penutup dari rangkaian UIF ke-4. “Sebelumnya, pada tanggal 2-3 November diselenggarakan kejuaraan panahan tingkat Jateng & DIY, (8/11) seminar karier dan mini job fair. Dan seminar kebangsaan & Muswil FSLDKD Semarang Raya (9/10). Selanjutnya konser amal & santunan anak yatim serta tabligh akbar (10/11),” tukasnya. (had/lis)