Beranda Radar Kedu Magelang Begini Cara TNI AD Menghormati Jenderal yang Pensiun

Begini Cara TNI AD Menghormati Jenderal yang Pensiun

0
Begini Cara TNI AD Menghormati Jenderal yang Pensiun
PURNATUGAS: Menteri Kesehatan Terawan Letjen (purn) Agus Putranto dan Letjen (purn) Edy Rachmayadi termasuk perwira tinggi yang diwisuda (11/11) di lapangan Pancasila Akmil Magelang. ( Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Para pensiunan perwira tinggi TNI semakin bertambah. Senin (11/11) sebanyak 172 perwira tinggi (pati) TNI AD melakukan wisuda purnawira di lapangan Pancasila kompleks Akmil Magelang.

Dari 172 Pati TNI AD tersebut, terdiri dari satu orang jenderal bintang empat (jenderal), 12 orang jenderal bintang tiga (letnan jenderal), 62 orang jenderal bintang dua (mayor jenderal). Dan 93 orang jenderal bintang satu (brigadir jenderal).

Para pati TNI AD ini di antaranya mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Mulyono; Menteri Kesehatan Letjen TNI (Purn) Terawan Agus Putranto; mantan Pangkostrad Letjen TNI (Purn) Edy Rachmayadi yang saat ini menjabat Gubernur Sumatera Utara; Mayjend TNI (Purn) Sunindyo (mantan Pangdam IV/Diponegoro).

Dalam acara ini, juga dilakukan penyerahan secara simbolis tiga pedang dari mantan KSAD, Jenderal TNI (Purn) Mulyono kepada perwakilan tiga generasi penerus TNI AD. Penyerahan pedang tersebut mengandung makna penyerahan tongkat estafet kepemimpinan secara legawa dan optimistis dari perwira senior yang telah mengakhiri masa pengabdiannya kepada yuniornya. Dan yunior siap memikul tanggung jawab kepemimpinan TNI AD.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyebutkan wisuda diikuti 172 perwira tinggi. Namun dari jumlah itu, yang hadir mengikuti wisuda purnawira, hanya 168 orang yang hadir.

“Pada wisuda purnawira pati TNI AD ini, ada empat orang lainnya berhalangan hadir karena sakit dan lainnya,” katanya.

Ia mengatakan, wisuda purnawira merupakan ungkapan rasa menghargai yang tulus dan hormat setinggi-tingginya dari segenap jajaran TNI AD kepada para pendahulunya. Andika menjelaskan meskipun berstatus purnawira, bukan berarti masa pengabdian para wisudawan kepada TNI AD, bangsa dan negara telah berakhir. Menurut Andika, sumbangsih dari para purnawirawan masih diperlukan demi kemajuan TNI AD. (had/lis)