Andre/Dinda Tembus Babak Utama

79
MENANG RUBBER SET- Andre Timotius Tololiu/Dinda Dwi Cahyaning menghentikan wakil Malaysia, Tien Ci Wong/Desiree Hao Shan Siow, dengan Rubber set. (IST)

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG, – Pasangan ganda campuran asal Indonesia, Andre Timotius Tololiu/Dinda Dwi Cahyaning, melenggang ke babak utama Caffino Indonesia International Challenge (CIIC) 2019, dari hasil pertandingan Selasa (22/10), di GOR Djarum Kota Magelang. Andre/Dinda menaklukan pasangan Malaysia, Tien Ci Wong/Desiree Hao Shan Siow, dengan skor 19-21, 21-13 dan 21-18.

Game pertama Andre/Dinda tampil dibawah standar dan tertinggal lebih dahulu. Namun memasuki game kedua, mereka bisa lebih baik dan menyamakan kedudukan. Berlanjut game ketiga penentuan, Andre/Dinda mampu mendominasi dan akhirnya mengunci kemenangan.

“Di game ketiga tadi waktu tertinggal cukup jauh, saya coba untuk lebih tenang mainnya. Terus pikiran saya juga yang penting masuk dulu saja. Lama-lama begitu sudah tenang, bisa enak lagi mainnya. Begitu ada kesempatan untuk mengejar dan menyusul, langsung kami maksimalkan,” kata Andre usai bertanding.

Pertandingan berikutnya melawan unggulan ketiga asal Jepang, Kyohei Yamashita/Naru Shinoya, Andrei mengakui akan cukup berat. Sebab belum pernah mengetahui permainan lawan, karena belum sekalipun bertemu. “Kita lebih fokus saja mainnya, jangan buru-buru dan lebih tenang. Harus lebih siap saja,” ungkapnya.

PERKENALAN- Yuni Kartika dari PP PBSI (kiri), Achmad Budiharto (keempat dari kiri), Soegiyono, Andy Krisdasusila beserta pemain Indonesia yang akan tampil di CIIC 2019.

Kesempatan Emas Atlet Indonesia
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan, Achmad Budiharto mengatakan, kejuaraan Caffino Indonesia International Challenge 2019, yang berlangsung 22-27 Oktober 2019, di GOR Djarum Magelang, merupakan turnamen International Badminton World Federation (BWF) pertama di Kota Magelang. Diikuti 306 atlet dari 13 negara, dan berhadiah total hadiah sebesar USD 25.000.

“Ini turnamen keempat bagi Indonesia dalam rangkaian tur BWF 2019. Setelah sebelumnya Daihatsu Indonesia Masters 2019, Blibli Indonesia Open 2019, dan Yuzu Indonesia Masters 2019. Indonesia sebagai tuan rumah menurunkan 154 atlet,” jelasnya pada acara Press Conference di Grand Artos Hotel, Senin (21/10) kemarin.

Hadirnya kejuaraan kategori perorangan di Indonesia ini, juga kesempatan emas bagi atlet Indonesia, untuk meraih poin dan memperbaiki ranking dunia. Sebab, lanjut Budiharto, diadakan di dalam negeri, sehingga jauh lebih efisien dari biaya dan waktu.

Sebagian besar pemain muda pelatnas, seperti atlet tunggal putra Chico Aura Dwi, Ikhsan Leonardo, dan atlet tunggal putri Choirunnisa, ikut berlaga. Pada sektor ganda campuran, ada Rehan Naufal dan Lisa Ayu. Sedangkan ganda putra, Sabar Karyawan dan Frengky Wijaya, juga siap bertarung.

“Unggulan pertama di turnamen ini juga ikut, yakni Nita Violina dan Putri Syaikah, yang turun di ganda putri. Tentu ini menjadi ajang mengasah mental pebulutangkis muda kita dan membuktikan kualitasnya di level senior,” ungkap Budiharto.

Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, Andy Krisdasusila, sangat mengapresiasi digelarnya kejuaraan tingkat dunia ini di Jateng. Khususnya bagi Kota Magelang dan sekitarnya. Sehingga menjadi motivasi bagi atlet-atlet lokal.

“Kesempatan atlet daerah menimba ilmu dari atlet-atlet dunia. Kami harapkan mereka bisa hadir di GOR Djarum Magelang menonton selama kejuaraan ini berlangsung,” tukasnya.
Manager Marketing Caffino, Soegiyono, memaparkan, Caffino sebagai sponsor utama turnamen ini mengusung tema “Challenge The Limit”. Sebab, kejuaraan ini bisa dijadikan ajang bagi atlet-atlet Indonesia untuk merengkuh prestasi dunia. Sekaligus, menjadi lebih baik dari yang sebelumnya.

“Semangat para atlet di turnamen ini menjadi kebanggaan dan dapat mengharumkan Indonesia di kancah internasional. Seperti halnya dengan produk – produk terbaik yang kami miliki, memberi pengalaman menikmati kopi berkualitas otentik,” ungkapnya. (had/fiq/ap)