Caleg Terpilih Bisa Dicoret Jika Tak Laporkan LHKPN

121
SUDAH FINAL : Ketua KPU Kota Magelang, Basmar Perianto Amron menyerahkan berita acara penetapan kursi parpol dan calon terpilih DPRD Kota Magelang, Minggu (11/8) malam. (Agus Hadianto/RADARSEMARANG.ID)
SUDAH FINAL : Ketua KPU Kota Magelang, Basmar Perianto Amron menyerahkan berita acara penetapan kursi parpol dan calon terpilih DPRD Kota Magelang, Minggu (11/8) malam. (Agus Hadianto/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, MAGELANG – Calon anggota DPRD Kota Magelang terpilih bisa saja batal menjabat sebagai wakil rakyat. Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mencoret mereka jika tidak menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) hingga batas waktu yang ditentukan.

”Kami memberikan batas waktu hingga 18 Agustus mendatang untuk semua calon anggota legislatif terpilih Kota Magelang untuk menyerahkan LHKPN. Bila hingga batas waktu tersebut tidak menyerahkan hasil laporan, maka calon anggota DPRD Kota Magelang bisa dibatalkan keterpilihannya,” kata Ketua KPU Kota Magelang, Basmar Perianto Amron usai rapat pleno penetapan kursi parpol dan calon terpilih DPRD Kota Magelang di Ballroom Semanggi Hotel Grand Artos Magelang, Minggu (11/8) malam.

Basmar mengatakan, aturan ini sesuai dengan ketentuan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar anggota legislatif terpilih melaporkan harta kekayaannya sebelum dilantik. KPU merespon ketentuan ini dan sebagai kelengkapan persyaratan bagi anggota legislatif.

Rapat pleno penetapan kursi parpol dan calon terpilih DPRD Kota Magelang digelar setelah adanya putusan final Mahkamah Konstitusi atas sengketa Pemilu calon anggota DPRD Kota Magelang pada 7 Agustus lalu. “Menurut ketentuan, penetapan calon anggota legislatif maksimal lima hari dari putusan final MK,” ujarnya.

Usai rapat pleno, KPU akan mengirim surat kepada Gubernur Jawa Tengah melalui Wali Kota Magelang mengenai pelantikan anggota DPRD terpilih. Waktu pelaksanaan pelantikan calon anggota DPRD Kota Magelang terpilih tersebut sudah bukan wewenang KPU, melainkan berada di tangan Gubernur Jawa Tengah.

Berdasarkan rapat pleno penetapan kursi parpol dan calon terpilih DPRD Kota Magelang, KPU Kota Magelang menetapkan 25 calon anggota DPRD Kota Magelang terpilih. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) menjadi peraih wakil terbanyak dengan 9 kursi. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat masing-masing meraih 3 kursi. Selanjutnya Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mengirimkan 2 wakil dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) serta Partai Persatuan Indonesia (Perindo) masing-masing 1 kursi.