Aset Naik Rp 16 T, Omzet Meningkat Rp 24 T

UMKM Binaan Jateng

664
CICIPI MADU LANCENG: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mencicipi madu hasil lebah lanceng di Desa Kebonrejo, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, beberapa waktu lalu. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CICIPI MADU LANCENG: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mencicipi madu hasil lebah lanceng di Desa Kebonrejo, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, beberapa waktu lalu. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Dalam empat tahun, jumlah UMKM binaan Pemprov Jateng melesat dari 80 ribu unit menjadi 115 ribu unit. Dengan kemudahaan modal dan pendampingan, omzet pun naik hingga 120 persen.

Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Jateng mencatat pada 2012 jumlah UMKM binaan sebanyak 80.583 unit. Pada 2016, jumlahnya naik menjadi 115.751 unit. Sejalan dengan itu jumlah tenaga kerja pun meningkat pesat dari 345.622 orang menjadi 791.767 orang.

Dengan berbagai program pendampingan, perkembangan UMKM pun menanjak naik. Dari sisi aset naik dari Rp 6,816 triliun menjadi Rp 22,891 triliun atau naik sekitar Rp 16 triliun. Kenaikan signifikan juga dicatatkan dari sisi omzet, yakni dari Rp 18,972 triliun menjadi Rp 43,570 triliun atau lebih dari 120 persen (sekitar Rp 24 triliun).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, peningkatan kapasitas dan kualitas UMKM memang menjadi prioritas. Salah satu yang dilakukan yakni melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) para pelaku UMKM. Baik melalui pelatihan, pengembangan bisnis, pendampingan serta bantuan modal kerja.

“Seperti di sini, ini potensinya luar biasa. Dari 100 kotak rumah lebah setiap bulan bisa menghasilkan uang Rp6 juta. Nah kalau kemudian dibuat produk turunannya tentu nilai ekonominya lebih tinggi, dan desa ini bisa menjadi sentra madu lanceng,” ujar Ganjar saat mengunjungi lokasi budidaya lebah lanceng di Desa Kebonrejo, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Rabu (31/1).

Maka untuk mengembangkan usaha yang dikelola Kelompok Tani Gubug Lanceng itu, Pemprov Jateng siap memfasilitasi pelatihan dan pendampingan. Khususnya pelatihan tentang budidaya dan pengolahan madu lanceng menjadi propolis serta bantuan kredit permodalan pengembangan usaha.