Jokowi – JK Lebih Berpengalaman di Pemerintahan

242

UNGARAN – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengajak struktur partai, simpatisan, dan relawan bekerja keras memenangkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)–Jusuf Kalla (JK) pada Pilpres 9 Juli mendatang. Putri proklamator Soekarno tersebut meminta langkahnya mendengarkan aspirasi rakyat dengan mengusung Jokowi sebagai capres tidak disia-siakan.
Megawati memberikan orasi politiknya pada kampanye terbuka di Alun-Alun Bung Karno, Kalirejo, Ungaran Timur, Jumat (4/7). Dalam acara bertema “Siaga 1 PDI Perjuangan untuk Jokowi–JK “ tersebut ikut pula sejumlah fungsionaris DPP seperti Wakil Bendahara Juliari Batubara dan Nusyirwan Soejono. Juga hadir Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Heru Sudjatmoko, Sekretaris DPD Agustina Wilujeng, Wakil Ketua DPD Alwin Basri, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, serta Bupati Kendal Widya Kandi Susanti.
Mega mengatakan dalam negara demokratis, sudah seharusnya rakyat yang menentukan siapa pemimpinnya. Bukan sebaliknya rakyat digiring untuk memilih siapa yang jadi pemimpin. Dia mengaku langkahnya memberi rekomendasi kepada Jokowi maju capres tak lepas dari mendengarkan kehendak rakyat. “Ke mana-mana saya pergi, rakyat bertanya Jokowi apakah bisa nyalon presiden. Itu aspirasi yang harus saya dengarkan. Padahal hak menjadi capres saya masih punya karena saya Ketua Umum partai,” ungkapnya. Dia ingin Jokowi tidak hanya menjadi calon presiden, tapi juga pemimpin bangsa.
Karenanya setelah memberikan rekomendasi kepada Jokowi maju Pilpres, dia meminta hal itu tidak disia-siakan. “Sekarang sudah saya kasihkan ke kalian, maka jangan disia–siakan,” katanya.
Dia lantas memperbandingkan satu–persatu pasangan yang maju Pilpres. Pasangan nomor satu, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa juga sangat dikenalnya. Prabowo pernah menjadi cawapresnya pada pilpres lalu. Sedangkan Hatta adalah mantan Menteri di kabinetnya. Sementara Jokowi adalah sosok yang diberinya rekomendasi hingga menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga sekarang capres. JK juga mantan menterinya saat menjabat Presiden.
Menurutnya Prabowo selama ini hanya memiliki pengalaman di militer dan belum pernah berkecimpung di pemerintahan. Sedangkan Hatta jabatan tertingginya hanya setara Menko Ekuin. Sementara Jokowi kenyang pengalaman di pemerintahan dan Kalla bahkan pernah menjadi wapres. “Ini bukan kampanye hitam, saya berdiri di sini ada intel silakan dicatat dan dilaporkan. Namun bagaimana bila ada orang belum pernah di pemerintahan mau menjadi Presiden, tentu harus belajar dulu,” paparnya.
Megawati menambahkan dibandingkan koalisi parpol di pasangan nomor satu, barisan pendukung Jokowi–JK terasa kecil. Namun dia mengibaratkan cabai rawit yang lebih pedas dibandingkan cabai besar. “Kalau bicara mental perjuangan, banyaknya seperti apa tidak menjadi jaminan. Saya juga percaya kepada warga PDIP baik struktural sampai simpatisan akan terus berjuang,” katanya dalam acara yang dihadiri ribuan orang tersebut.
Dirinya juga meminta seluruh kader menangkal fitnah dan kampanye hitam dengan menonjolkan kelebihan pasangan nomor 2 berdasarkan realita yang ada. (ric/ton)