Jangan Sampai Ada Jual Beli Lapak

258

”Jangan sampai pedagang suruh bayar. Jangan sampai ada unsur jual beli.”
Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang Mualim

SEMARANG – DPRD Kota Semarang mewanti-wanti dalam relokasi pedagang Pasar Johar yang menjadi korban kebakaran kemarin, tidak ditarik biaya ketika menempati lapak sementara di kawasan MAJT, yang ditarget minggu kedua Januari 2016 mendatang.

Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Mualim berharap pengerjaan tempat penampungan bisa selesai sesuai jadwal. ”Jangan sampai molor, karena yang dirugikan pedagang. Pengerjaan harus sesuai target penyelesaian, dan yang paling penting harus sesuai spek, demi kenyamanan dan keamanan pedagang,” ujarnya.

Legislator dari Fraksi Gerindra ini juga menegaskan, pemindahan pedagang tidak akan ada pungutan kepada para pedagang. Selain itu, dinas terkait juga diharpakan tidak curang melakukan jual beli lapak penampungan sementara. ”Jangan sampai pedagang suruh bayar. Jangan sampai ada unsur jual beli,” pungkasnya.

Diketahui, pembangunan lapak penampungan sementara pedagang Pasar Johar di lahan MAJT terus dikebut. Progresnya mencapai 46 persen. Sesuai pernyataan Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto beberapa waktu lalu, pedagang akan direlokasi pada minggu kedua Januari 2016.

Kabid Perencanaan dan Pembangunan Dinas Pasar Kota Semarang, Nurkholis mengatakan, progres pembangunan tersebut telah meliputi pemasangan rangka baja, serta pembangunan lantai yang progresnya mencapai 50 persen.

Pihaknya mengakui, progres pembangunan lapak sementara di lokasi lahan MAJT melebihi target 4 persen. Sehingga sangat optimis pekerjaan pembangunan lapak yang ditargetkan selesai akhir Desember 2015 bisa terealisasi. (mha/zal/ce1)