alexametrics

Main Layangan, Bocah 13 Tahun Tersambar Kereta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kecelakaan tertabrak kereta api kembali terjadi di Kota Semarang. Kali ini, korbannya menimpa bocah berusia 13 tahun berinisial N, warga Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Kamis (4/8) sekitar pukul 15.30.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Semarang, korban tersambar kereta Api Darmawangsa 130 Jurusan Jakarta-Surabaya di perlintasan Muktiharjo Kidul Pedurungan Semarang. Sedangkan lokasi kejadian persisnya berada di Condrorejo RT 2 RW 11 Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan.

Kejadian bermula saat korban bermain layangan sendirian di seberang selatan rel kereta api. Di lokasi tersebut, terdapat teman sebayanya yang bermain bola.

“Tadi warga yang jadi saksi, mengaku melihat korban tersambar kereta saat bermain layangan. Kemungkinan dia (korban) mundur-mundur gak sadar ada kereta dan tertabrak,” kata Ketua RW 11 Piton Prihantoro kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (4/8) kemarin.

Baca juga:  Sebelum Tewas Ditabrak Bus Indofood, Amin Sempat Pulang untuk Makan Siang

Saksi mata, yang sempat mengetahui kejadian ini langsung berlari menuju lokasi dan melihat korban sudah tergeletak berlumuran darah. Kemudian disampaikan kepada teman-temannya dan diteruskan ke paman korban, yang kebetulan sedang berada di rumah. “Kalau tubuh masih utuh hanya patah tulang kaki dan tangan. Kepala ada luka goresan di kuping kanan,” katanya.

Tubuh korban terpental sejauh 10 meter dari lokasi kejadian. Kakek korban yang mendapat kabar ini, langsung bergegas menuju lokasi. Sontak, pria bernama Ahmad Siswanto, 30, ini langsung syok setelah melihat cucunya tergeletak dalam kondisi tak bernyawa.

Selanjutnya, korban diangkat dan dibawa ke rumah untuk dilakukan prosesi pemakaman. Oleh warga, kejadian ini dilaporkan ke Polsek Pedurungan. Informasi yang diperoleh, korban merupakan anak pemulung. “Ini kami belum tahu, apakah mau dimakamkan malam ini atau besok. Masih koordinasi,” ujarnya.

Baca juga:  Kerahkan 7.300 Personel Gabungan, Semprot 1.200 Titik

Pihaknya menambahkan, jalur rel kereta api yang membentang di dekat permukiman warga seringkali digunakan untuk aktivitas, mulai berangkat kerja maupun ke sekolah. Termasuk, dekat rel banyak anak yang bermain.

“Saya sudah selalu mengimbau ke warga dan anak-anak agar tidak bermain di dekat rel kereta. Kami saat ini sedang usaha membuat ruang publik supaya anak tak bermain di dekat rel kereta api,” pungkasnya.

Sebelum kejadian ini, perlintasan rel kereta tanpa palang pintu di Cilosari, turut Kelurahan Kemijen, Semarang Timur, kembali memakan korban. Seorang pengendara motor tewas setelah tersambar kereta penumpang Ambarawa Ekspres, Selasa (2/8) sekitar pukul 08.00.

Korban diketahui bernama Suharno, 65, warga Semarang Utara, meninggal di lokasi kejadian. Tubuhnya sempat terpental sejauh kurang lebih tiga meter dari lokasi kejadian dan jatuh meringkus di sela besi jembatan Cilosari. Sedangkan motor korban, terseret kereta kurang lebih sejauh 20 meter. (mha/ida)

Baca juga:  Main Hujan-Hujanan, Kakak Beradik di Semarang Hanyut Terseret Arus Selokan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya