alexametrics

Bus Indofood yang Alami Rem Blong dan Tabrak ‘Pak Ogah’ Ternyata Baru Saja Uji KIR di Dishub

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Bus milik perusahaan mi instan PT Indofood CBP Sukses Makmur memakan korban jiwa. Bus bertuliskan Indomie di bagian belakang itu diduga mengalami rem blong saat melaju di turunan Jalan Tambakaji, Ngaliyan, Kota Semarang, Senin (7/3) sekitar pukul 13,24.

Bus meluncur kencang tak terkendali hingga menabrak Amin Sarwono, 60, warga Sendangsari, Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan hingga tewas. Tubuh pria yang bekerja sebagai pengatur jalan alias pak ogah itu pun bersimbah darah.

Korban terkapar di pertigaan antara Jalan Tambakaji dan Jalan Walisongo, depan Perusahaan Indofood. “Korban bapak-bapak tukang klebet (Pak Ogah),” kata saksi Tris kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tukang ojek pangkalan ini menjelaskan, kecelakaan tersebut bermula saat bus bernopol H-1824-NY itu melaju dari Jalan Tambakaji menuju Jalan Walisongo atau selatan ke utara. Bus dikemudikan David Hardiyoko, 40, warga Sarirejo, Kaliwungu, Kendal.

Dari rekaman CCTV yang beredar, bus itu melaju cukup kencang. Apalagi jalannya menurun. Diduga rem blong, sehingga sopir bus David tak mampu mengendalikan laju armadanya. Nahas dialami Amin Sarwono, ia yang berdiri di tengah jalan langsung ditabrak hingga terpental.

Setelah menabrak korban, bus melompati median jalan dan langsung masuk ke kawasan pabrik Indofood yang saat kejadian pintu gerbang dalam kondisi terbuka. Bus baru berhenti setelah menabrak tiang listrik hingga patah dan roboh. “Sempat ada suara ledakan, mungkin dari tiang listrik yang ditabrak,” jelas Tris.

Baca juga:  Bus Tiara Mas Terguling di Tol Batang-Semarang, Satu Penumpang Tewas, 17 Terluka

Beruntung, saat kejadian, arus lalulintas Jalan Walisongo dalam keadaan sepi. Tidak ada kendaraan yang melintas baik dari arah Semarang maupun arah Mangkang. Selain itu, bus warna putih itu juga tidak ada penumpangnya. Sopir David sendiri berhasil lolos dari maut.

“Kemungkinan remnya blong. Kondisi mesin nyala. Di sini sudah berkali-kali kejadian serupa. Sebelum-sebelumnya juga pernah, sampai ada korban meninggal juga,” katanya.

Bus Indofood tersebut berhenti dalam posisi miring. Bus mengalami kerusakan pada bodi depan ringsek.

Menurut salah satu pekerja pabrik yang enggan ditulis namanya juga menduga bus mengalami rem blong. Dari kondisi bodinya, sepertinya bus sudah berusia tua.

“Sopirnya gak apa-apa, cuma syok. Tadi bilang baru habis uji KIR di Dishub. Makanya banyak petugas Dishub yang datang ke sini. Gak tahu kenapa bisa sampai blong. Tapi di sini memang rawan kecelakaan, sudah sering terjadi,” ujarnya.

Petugas Unit Laka Satlantas Polrestabes Semarang kemarin mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Pengemudi bus telah diamankan untuk dimintai keterangan. Sedangkan korban telah dievakuasi dan dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang, sebelum akhirnya diserahkan ke keluarganya.

Baca juga:  Mayat Perempuan Tanpa Identitas Mengapung di Perairan Morosari Demak

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit mengaku masih melakukan penyelidikan terkait penyebab terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan seorang korban tewas di lokasi kejadian tersebut.

“Bus melaju di jalan menurun, diduga pengemudi kurang waspada pandangan depan dan tidak bisa menguasai laju kendaraan. Sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas dengan korban pejalan kaki (Pak Ogah) yang berdiri di jalan selesai menyeberangkan kendaraan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang Endro P Martanto mengakui jika bus nahas tersebut sempat melakukan uji KIR dan hasilnya baik serta layak jalan. Namun sebelumnya, ia menyebut jika bus sempat ditolak masuk saat uji KIR lantaran ditemukan rembesan pada oli mesin.

“Beberapa hari lalu sempat masuk dan ditolak, karena ada rembesan. Tadi sebelum kecelakaan memang datang lagi, dan hasilnya normal serta layak jalan,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang tadi malam.

Endro menjelaskan, saat dilakukan pengecekan kendaraan atau ram cek, misalnya rem dan lainnya hasilnya baik.  Ia juga menyebut alat ram cek dari Dishub presisi, sesuai dengan aturan dari Kementerian Perhubungan Darat. “Saat diuji rem, roda bus tidak berputar. Kalau berputar tentu tidak lolos,” tuturnya.

Baca juga:  Baru Diterima Kerja, Pekerja Bangunan Tewas Terjatuh dari Lantai 2 Gedung Poltekkes Semarang

Setelah semua pengecekan rampung, lanjut Endro, driver bus kemudian keluar area uji KIR karena sudah mengantongi surat lolos uji kendaraan. Informasi yang didapat, saat turunan bus masih layak jalan dan rem berfungsi dengan baik.

“Bus sempat berhenti di gedung BLK tak jauh dari kantor Dishub. Di situ driver melihat indikator kalau tekanan rem berada di angka 5 bar yang normalnya 9 bar. Harusnya bus berhenti dulu, namun sopirnya memilih menjalankan laju kendaraan,” jelasnya.

Dari kenekatan driver itulah, akhirnya bus mengalami gagal pengereman alias blong hingga melaju tak terkendali di jalan turunan dan menabrak seorang Pak Ogah hingga akhirnya menyebrangi jalan pantura dan berhenti setelah menabrak tiang listrik.

“Saat rem tidak berfungsi, driver mematikan mesin agar bisa mengurangi laju. Keterangan di lapangan, diketahui pengisian angin tidak maksimal,  saat turunan ada di gigi 2, kondisi jalan turun dan basah. Kesimpulan sementara, pengisian angin tidak maksimal, sehingga rem tidak berfungsi optimal,” katanya. (mha/den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya