alexametrics

Ombudsman Terima Delapan Laporan PPDB Jateng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Perwakilan Ombudsman RI menerima delapan laporan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK di Jawa Tengah. Laporan ini lebih sedikit ketimbang tahun lalu yang mencapai 62 laporan.

“Saat ini hanya ada tiga yang belum terselesaikan,” kata Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jateng Siti Farida kepada Jawa Pos Radar Semarang saat melakukan kunjungan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah.

Delapan laporan tersebut adalah lamanya verifikasi oleh petugas, data NISN siswa tidak ditemukan, surat keterangan nilai dari provinsi lain, informasi persyaratan PPDB yang harus di-upload tidak jelas, PPDB jalur khusus kelas olah raga (KKO), blank spot tidak adanya SMA di satu kecamatan, blank spot di salah satu kecamatan, dan titik koordinat siswa yang tidak sesuai.

Baca juga:  Targetkan 30 Ribu Siswa Gunakan Learning X

Menurutnya, penyelesaian aduan soal zonasi khusus masih terkendala dengan aturan yang ada. Sebba zonasi khusus ini hanya tersedia di satu sekolah di setiap kecamatan. Pihaknya akan terus berkoordinasi agar aduan yang belum rampung bisa terselesaikan.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan. Sehingga itu juga akan menjadi atensi dan akan kami lihat pada proses verifikasi ini,” tambahnya.

Sementara Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih mengatakan akan terus melakukan pemantauan proses pelayanan dan penyelanggaraan PPDB karena menyangkut masyarakat luas. Khususnya di Jawa Tengah.

“Ombudsman terus melakukan pemantauan dan perkembangan di lokasi baik itu di tingkat Dinas dan sekolah,” akunya.

Ia menambahkan pengendalian dan penghimpunan data dari seluruh unit SMA/SMK di Jateng cukup memadai. Evaluasi untuk memberikan tindakan korektif untuk perbaikan juga terus dilakukan. (kap/ida)

Baca juga:  BPR Arto Moro Kerjasama dengan Bank BPD DIY

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya