alexametrics

Tanamkan Karakter Siswa lewat Lomba MAPSI

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menggelar Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) kedua, Rabu (29/6). Tujuannya adalah menanamkan karakter siswa.

Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Sekolah Dasar (SD) Disdik Kota Semarang Sapto Budi Utama mengatakan, lomba MAPSI ini sebagai sarana meningkatkan dan mewujudkan pendidikan yang bermutu serta berkualitas. Baik dalam bidang akademik dan non akademik.

“Dinas Pendidikan Kota Semarang di jenjang SD itu mempunyai kegiatan pembentukan karakter. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi pada siswa. Mencakup tiga ranah yakni, pengetahuan, perilaku, dan gerak,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Kegiatan ini mencakup berbagai macam lomba. Seperti rebana, macapat islami, pengetahuan PAI, tilawah, hifdzil Quran, adzan, wudhu, dan lainnya. Selain menumbuhkan karakter siswa, ajang ini sebagai tahapan seleski Pemerintah Kota Semarang untuk menyaring anak-anak berbakat.

Baca juga:  Sudah Divonis 10 Tahun masih Kendalikan Narkoba

“Dari lomba MAPSI ini yang menang menjadi juara akan maju ke tingkat Provinsi. Maka setiap tahun kita akan menyiapkan dan menyeleksi secara ketat. Karena nantinya mereka akan menjadi wakil dari Kota Semarang,” tambahnya.

Acara ini dilaksanakan di SDN Pekunden dan diikuti oleh seluruh SD dari 16 Kecamatan yang ada di Kota Semarang. Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Kota Semarang, Wahyudi mengapresiasi adanya ajang perlombaan ini. Sehingga guru bisa menemukan bakat yang dimiliki siswa. Selain itu siswa juga dapat menyalurkan bakat sesuai dengan ketrampilan yang dimiliki.

“Bisa meningkatkan bakat dan minat anak sesuai prestasi bidangnya masing-masing, baik akademik mau non akademik. Jadi SDM yang berguna bagu nusa dan bangsa,” katanya.

Baca juga:  Siap Jadi Sekolah Olahragawan

Sementara itu Kepala Sekolah SDN Pleburan 01 Dwi Apri Kristianti mengaku cukup khawatir saat mengikuti perlombaan ini. Menurutnya persiapan yang dilakukan cukup mendadak. “Meski persiapan kurang karena waktunya mepet. Kamu tetap harus optimis untuk mendukung anak-anak dalam mengikuti lomba,” akunya. (kap/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya