alexametrics

Bingung Tahapan PPDB SMP, Orang Tua Siswa Datangi Sekolah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP secara online dimulai Senin (27/6) kemarin, hingga Rabu (29/6) besok. Meski dilakukan secara online, tak sedikit orang tua calon peserta didik yang datang ke sekolah. Mereka mendatangi panitia PPDB di meja pengaduan.

Rata-rata mereka takut dan khawatir melakukan kesalahan saat pengisian data-data secara online. Ada juga yang bingung saat akan mengubah pilihan sekolah. Ini seperti yang terlihat di SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3 Semarang, kemarin. Tercatat, ada puluhan calon peserta didik dan orangtuanya datang untuk berkonsultasi dengan panitia PPDB setempat.

Kepala SMP Negeri 2 Semarang Siminto mengakui, meski pendaftaran PPDB secara online, masih ada wali siswa yang datang langsung ke sekolah.

“Prinsipnya kita melayani dengan baik.  Masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk mendaftarkan secara online akan kita bantu sebaik mungkin,” ujar Siminto saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Senin (27/6).

Baca juga:  Potret Warga RW 16 Tanjung Emas yang Masih Harus Berjuang di Tengah Genangan Rob

Pihaknya menyiapkan sejumlah guru untuk melayani pengaduan para wali siswa. Ia menambahkan, pada PPDB 2022 kali ini, kuota yang diterima di SMPN 2 Semarang mencapai 288 siswa, yang terdiri atas sembilan rombongan belajar (rombel).

Admin PPDB SMPN 2 Semarang Akbar Kadarusman mengaku, aduan wali siswa didominasi karena takut dan ragu-ragu untuk mengisi data, lupa password, dan kesalahan pengisian tanggal kartu keluarga (KK).

“Saat prapendaftaran kemarin banyak yang datang ke sini, karena mereka benar-benar tidak bisa mengisi data. Lalu untuk pendaftaran di hari pertama ini, baru ada tujuh orang yang datang,” akunya.

Dikatakan, bagi siswa yang ingin mengubah pilihan sekolah bisa datang langsung ke sekolah di pilihan pertama. Selain itu, adanya perubahan tanggal pada kartu keluarga (KK) juga berpengaruh pada nilai akhir peringkat (NAP).

“KK belum ada satu tahun tidak bisa karena belum terdeteksi di Disdukcapil. Sekolah yang dipilih pasti akan masuk di zona dua. Hal ini akan berpengaruh pada NAP. Jadi, kemungkinan diterimanya di pilihan pertama sangat kecil,” jelasnya.

Baca juga:  Pilar Demokrasi Keempat

Sampai kemarin, sebanyak 1.328 siswa yang mendaftar di SMPN 2 Semarang. Sebanyak 333 siswa di antaranya mendaftar di pilihan pertama.

Salah satu wali siswa, Sri Mardianingsih, mengaku, datang langsung ke sekolah untuk meminta penjelasan berkaitan dengan NAP anaknya yang turun. Menurutnya, PPDB online kali ini sebenarnya lebih memudahkan. Namun juga ada kesulitan saat ada pengisian data, sehingga dirinya harus datang langsung ke sekolah.

“Saya bingung, karena saat prapendaftaran nilai anak saya 87. Lalu saat pendaftaran ini menjadi 73. Ternyata saat prapendaftaran kemarin saya belum memilih pilihan kedua sampai ke empat,” katanya.

Sementara itu, Ketua PPDB SMPN 3 Semarang Rohadi Wibowo mengaku, baru masuk tiga aduan di hari pertama pendaftaran PPDB. Aduannya pun hanya berkisar pada ketakutan mengisi data dan pergantian pilihan sekolah.

Baca juga:  SMP 36 Menuju Sekolah Sehat

“Permasalahannya masih umum. Mereka bingung untuk mendaftar dan meminta bantuan kami. Prinsipnya saat ini orang tua siswa sudah paham teknologi, jadi tidak ada kendala yang serius,” paparnya.

Ia menambahkan, pada PPDB 2022 ini, kuota yang diterima di SMPN 3 Semarang sebanyak 255 siswa. Hingga kemarin, yang mendaftar di pilihan pertama sebanyak 305 siswa, pilihan kedua sebanyak 204 siswa, pilihan ketiga ada 214 siswa, dan 236 siswa mendaftar di pilihan keempat.

Hal senada disampaikan Kepala SMP Negeri 3 Semarang Erwan Rachmat. Menurutnya, PPDB online kali ini relatif tidak ada kendala. “Wali siswa yang datang baru ada tiga orang. Jadi, bisa dikatakan PPDB online kali ini sudah berhasil. Yang datang pun hanya untuk mengubah data pilihan sekolah,” katanya. (kap/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya