alexametrics

Lupa Pra Pendaftaran, Tak Bisa Ikut PPDB Online

Hari Kelima Antrean Verifikasi PPDB SMA Masih Ramai

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pelaksanaan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) jenjang SD dimulai Senin (20/6) lalu. Bagi siswa yang belum melakukan pra pendaftaran tidak bisa melaksanakan PPDB online.

Kepala SDN Kembangsari 02 Tukijo mengaku, sudah ada empat wali siswa yang datang ke sekolah untuk meminta bantuan dan penjelasan berkaitan PPDB. “Sampai hari kedua ini, sudah ada empat walimurid yang datang. Keluhan mereka sama yakni belum melakukan pra pendaftaran,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang saat ditemui di SDN Kembangsari 02 Selasa (21/6).

Dua orang tua siswa juga datang ke sekolah untuk dibantu proses pengisian data dan verifikasi. Sementara empat wali siswa yang belum melaksanakan pra pendaftaran disarankan untuk mengumpulkan kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran.

“Apabila membutuhkan bantuan, pasti akan kami arahkan. Tapi untuk yang belum melakukan pra pendaftaran harus menunggu kursi kosong terlebih dahulu,” akunya.

Salah satu wali siswa Safitri mengaku kesulitan saat melakukan pra pendaftaran karena terkendala smartphone. Pihak sekolah menyarankan untuk mendaftar secara offline. Namun kemungkinan diterima kecil. Saat ada kursi kosong anaknya baru bisa bersekolah di SDN Kembangsari 02.

Baca juga:  Berharap Homeschooling Jadi Opsi Pendidikan yang Mudah Diakses

“Kemarin sudah mencoba masuk, tapi yang keluar hanya profil sekolah dan saya nggak sempat ke sekolah untuk melakukan pra pendaftaran. Harapannya masih ada kursi kosong sehingga anak saya bisa diterima,” akunya.

Sementara di jenjang SMP baru melaksanakan pra pendaftaran mulai Senin (20/6) lalu. Salah satunya di SMPN 17 Semarang sudah ada 12 wali siswa yang datang. Mayoritas keluhannya sama. Yakni takut mengisi data dan lebih memilih meminta bantuan pihak sekolah.

“Intinya mereka datang untuk meminta penjelasan, baik informasi pendaftaran dan minta bantuan untuk pra pendaftaran,” kata Pengarah PPDB SMPN 17 Semarang, Kurniawan Sutrisnadi.

Wakil Kepala SMPN 17 ini telah mempersiapkan tim khusus untuk pengaduan dan informasi PPDB. Ketika ada pertanyaan dan keluhan dari orang tua mereka sudah siap. Ia menambahkan berdasarkan data di laman ppd.semarangkota.go.id sudah ada 15.833 siswa yang melakukan pra pendaftaran di Kota Semarang.

“Pendaftaran dimulai 27-29 Juni 2022. Sekolah kami menampung 256 siswa. Tapi yang mempunyai otoritas untuk menerima siswa dari pihak Dinas Pendidikan Kota Semarang,” pungkasnya.

Baca juga:  Kurangi Sampah, Launching Geser Tumbox

Hari Kelima PPDB, Antrean Verifikasi Masih Ramai

Sementara itu, memasuki hari kelima setelah pengajuan akun, verifikasi berkas dan aktivasi akun dibuka, antrean verifikasi pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 Jateng di SMAN 1 dan SMAN 3 masih padat hingga Selasa (21/6).

SMAN 1 yang terletak di Jalan Menteri Supeno membantu verifikasi sebanyak 250 pendaftar PPDB 2022. Kusno Kepala SMAN 1 menyediakan sepuluh loket pelayanan verifikasi yang buka pada 08.00-15.00 di tempatnya.

“Sebenarnya kan verifikasi nggak mesti ke sini, tapi kami berterima kasih untuk masyarakat yang mempercayakan pelayanan ini kepada kami,” tutur Kusno saat diwawancarai Jawa Pos Radar Semarang.

Diakui puncak lonjakan antrean terjadi pada Senin kemarin. Pihaknya menerima pengajuan akun hingga verifikasi sebanyak 450 pendaftar. Lantaran kewalahan, sebagian yang telah memegang antrean dialihkan untuk datang kembali di hari berikutnya. Lalu pada Selasa sejumlah 381 pendaftar dilayani hingga pukul 3 sore.

Baca juga:  Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Masuk List Kampus Terbaik di Dunia

Tak jauh berbeda, puncak antrean di SMAN 3 juga dialami Senin lalu. Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan Endang mengungkapkan pihaknya menyiapkan delapan loket pelayanan. Lalu jam operasional pada 08.00-13.00. Hingga hari ketiga, ia melayani kurang lebih 450 pendaftar. “Senin itu sehari ada 273 anak. Kalau sampai hari ini total sekitar 550 pendaftar,” terang Endang.

Rata-rata setiap hari keduanya mampu melayani sekitar 200-250 pendaftar. Sedangkan tiap loket melayani 20-25 pendaftar. Menurut Kusno, calon peserta didik lebih mengerti dan mudah memahami prosedur PPDB 2022. Pasalnya pendaftaran saat ini identik menggunakan sistem informasi yang memerlukan pemahaman teknologi.

“Masalah titik koordinat, sekarang semua loket bisa mengubah apabila terjadi ketidaksesuaian dari data base siswa di sekolah sebelumnya,” ujar Kusno.

Sedangkan di SMAN 3 Endang juga memiliki beberapa loket operator khusus yang melayani pengubahan titik koordinat bagi peserta yang memiliki masalah soal hal tersebut. “Setiap sore kami mengikuti evaluasi daring dengan Disdikbud Jateng untuk sharing dan menyamakan persepsi dengan seluruh panitia,” pungkas Endang. (kap/taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya