alexametrics

PPDB SMA-SMK, Jalur Afirmasi Ditambah Anak Yatim Piatu dan Panti Asuhan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah mulai Juni ini akan membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA/SMK tahun 2022/2023. Bedanya tahun ini jalur afirmasi ditambah dua item, yakni anak yatim piatu dan anak panti asuhan.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng Suyanta mengatakan, tahun ini ada tiga hal baru yang akan diterapkan. Seperti sistem pendaftar, tidak adanya penjurusan di SMA, dan penambahan item di jalur afirmasi.

“Perbedaannya di jalur afirmasi. Kalau kemarin hanya untuk siswa miskin dan anak tenaga kesehatan. Sekarang ada tambahan untuk anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19, serta anak panti asuhan dengan kuota dua persen,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang di Kantor Disdikbud Jateng, Rabu (15/6).

Baca juga:  Warga Kabupaten Pekalongan Resah, Air Sumur Berubah Warna Terkontaminasi Limbah Batik

Selain itu, di jalur SMA tidak ada penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa. Menurutnya, hal itu merupakan implementasi dari kurikulum merdeka belajar yang nantinya akan diberlakukan.

Data Disdikbud Jateng, ada 595 SMA dan SMK Negeri dengan daya tampung 217.781 siswa. Sedangkan lulusan SMP sederajat tahun 2021/2022 mencapai 522.295 siswa. Sementara penerimaan PPDB berdasarkan empat jalur, yakni zonasi dengan kuota minimal 55 persen, jalur afirmasi 20 persen, jalur prestasi maksimal 20 persen, dan jalur perpindahan tugas orang tua lima persen.

“Di jalur afirmasi ini 13 persen untuk siswa miskin, maksimal dua persen untuk anak yatim piatu, dua persen untuk anak panti, dan tiga persen untuk anak tenaga kesehatan,” akunya.

Baca juga:  Gerindra Tantang Ketum Ganjarist Turun Langsung ke Jateng

Ia menambahkan, PPDB dilakukan secara daring pada laman ppdb.jatengprov.go.id. Verifikasi awal dilakukan untuk memastikan kebenaran data calon peserta didik. Pihaknya juga akan memastikan kesesuaian data calon siswa dengan Dinsos, DP3A2KB, Dinkes, dan sebagainya.

“Ada hal yang baru di tahun ini. Siswa meng-upload berkas dulu, tapi belum mendaftar. Nanti diverifikasi oleh sekolah terdekat. Tujuannya agar jangan sampai ada data yang salah ketika dimasukkan. Karena tahun lalu ada problem di jalur zonasi bagian titik koordinat,” tambahnya.

Suyanta menjelaskan, pengajuan akun dan verifikasi berkas PPDB dimulai 15-28 Juni 2022. Pendaftaran PPDB dan perubahan sekolah pada 29 Juni -1 Jili 2022. Kemudian 2-3 Juli 2022 jadwal evaluasi dan pengaduan, disusul dengan pengumuman hasil PPDB pada 4 Juli 2022. (kap/aro)

Baca juga:  Unnes Pecahkan Dua Rekor Leprid Lagi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya