alexametrics

Cegah Learning Loss dengan Menulis

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Sudah hampir dua tahun pandemi melanda. Hal ini menimbulkan berbagai dampak. Salah satunya di sektor pendidikan. Pembelajaran harus dilakukan secara daring. Hal ini berimbas pada mental siswa serta menurunnya antusias belajar.

Maka, peran guru dalam meningkatkan kualitas serta menaikkan minat belajar anak didiknya sangat penting. Terkait itu, Jawa Pos Radar Semarang terus berupaya memberikan wadah pelatihan menulis artikel ilmiah populer di media massa untuk guru.

Melalui Zoom Meeting Sabtu (11/6), sebanyak 96 peserta mengikuti pelatihan. Mereka adalah guru-guru dari wilayah Kabupaten Magelang, Temanggung, Pemalang, Pekalongan, Blora, Semarang. Bahkan ada yang dari Sleman DIY. Kegiatan ini bekerja sama dengan PGRI Kabupaten Magelang.

Baca juga:  Alhamdulillah, Insentif Guru PAI Non PNS Cair, Begini Kriterianya

“Dengan adanya pelatihan ini, menjadi salah satu upaya kita dalam menghidupkan kembali minat baca, minat menulis, dan minat berkomunikasi melalui tulisan,” ujar Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi.

Pihaknya sangat mengapresiasi semangat guru dalam mengikuti pelatihan menulis ini. Menurutnya menulis sangat bermanfaat. Bisa menggerakan otak,  dan bermanfaat bagi daya pikir saat tua nanti.

“Awali dengan menulis yang ringan-ringan saja, serta menggunakan bahasa yang ringan, milenial dan populer. Jangan terlalu fokus menggunakan bahasa yang sulit,” tandasnya.

Sementara itu, Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Aziz Amin Mujahidin juga sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan menulis ini. Kata dia, pelatihan menulis sangat inspiratif dan produktif di tengah adaptasi hidup baru.

Baca juga:  847 Siswa Membaca Serentak

“Kita berharap dengan adanya pelatihan ini dapat menambah semangat guru-guru untuk terus berkarya dan berkarya,” ujar Aziz Amin Mujahidin ketika membuka acara pelatihan.

Lebih lanjut dikatakan, kegiatan ini sangat cocok dengan kondisi saat ini, saat pandemi Covid-19 berdampak pada sektor pendidikan. Adanya potensi learning loos dan menurunnya prestasi menjadi salah satu dampak dari pandemi.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas diri seorang guru. Menjadi solusi dalam meningkatkan semangat menulis guru, dan bisa menginspirasi ke siswa-siswinya,” ungkapnya. Ia berpesan kepada para guru untuk segera menulis setelah pelatihan selesai.

Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto sebagai narasumber menegaskan, artikel guru yang dimuat di media cetak juga diuplod di online. Sehingga tulisan dapat dipantau sampai kapan pun karena ada jejak digital.

Baca juga:  1.650 Guru Honorer Diusulkan Ikut PPPK

Ia berharap agar semangat menulis terus berlanjut. Dengan menulis cerita pendek, puisi, maupun buku. (rfk/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya