alexametrics

Perketat Prokes PTM, Waspadai Hepatitis Akut di Sekolah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng bersama Dinas Kesehatan Jateng mulai melakukan sosialisasi untuk memperketat prokes dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal ini sebagai wujud kewaspadaan di lingkungan sekolah terhadap hepatitis akut yang belum lama masuk ke Indonesia.

Kepala Disdikbud Jateng Uswatun Khasanah mengatakan, sosialisasi pertama pada Jumat (13/5) diikuti guru BK, kepala sekolah, kesiswaan, beserta perwakilan peserta didik. Bila sebelumnya lingkungan sekolah membangun kebiasaan baru prokes Covid-19, kini hanya tinggal menjaga konsistensi. “Ini kan bukan hal baru untuk menjalankan prokes di sekolah bagi kita semua,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Melihat umumnya hepatitis menular lewat saluran cerna dan pernafasan, pihaknya meminta sekolah meningkatkan hiegenitas makanan yang dijual di kantin sekolah. Terlebih saat ini Pembelajaran Tatap Muka (PTM) telah berjalan 100 persen.

Baca juga:  SMPN 21 Semarang jadi ASIK Tanpa Plastik

Diungkapkan dari hasil peninjauan lapangan di wilayah Demak hingga Salatiga, Uswatun menilai prokes masih berlaku sebagaimana mestinya. Vaksinasi pelajar pun dikatakan telah mencapai kisaran 90 persen. “Tiga minggu terakhir selama Ramadan itu kami nol kasus Covid-19 di sekolah,” jelasnya.

Belum ada laporan adanya kasus hepatitis akut yang terbilang misterius ini di Jateng. Sejauh ini imbaun masih disampaikan secara terbatas. Akan diadakan sosialisasi lanjutan untuk mengedukasi sekitar 1.200 sekolah di bawah naungannya.

Tak hanya Disdikbud Jateng, OPD lainnya seperti Disdukcapil, DP3AP2KB, Kanwil Kemenag, juga mengikuti sosialisasi kewaspadaan hepatitis akut. Pasalnya meski korban didominasi usia anak, edukasi penting dilakukan untuk masyarakat secara menyeluruh untuk upaya pencegahan.

Baca juga:  Setiap Kelas Dilengkapi Piranti Pembelajaran Digital

Sebagai informasi, saat ini hepatitis akut terjadi 228 kasus di 20 negara. Sedangkan di Indonsia terdapat 18 kasus bergejala yang terdeteksi di tujuh provinsi. Terbanyak di DKI Jakarta sejumlah 12 pasien. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya