alexametrics

Hardiknas, Ajak Guru Genggam Erat Semboyan Ing Ngarsa Sung Tulada

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pekunden menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Jumat (13/5/2022).

Kepala Sekolah SDN Pekunden, Abdul Khalik mengatakan yang bertugas menjadi petugas upacara bendera adalah bapak/ibu guru. Sebagai guru ia bersama staf lain harus memberikan contoh dan teladan yang baik bagi siswanya.

“Semboyan ing ngarsa sung tulada harus di genggam erat. Karena kita disini sebagai pengganti orang tua mereka ketika di rumah. Jadi harus memberikan contoh dan teladan yang baik untuk anak-anak agar mereka bisa meniru,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Acara ini diikuti oleh seluruh siswa dan staf SDN Pekunden. Dalam pelaksanaannya protokol kesehatan tetap menjadi prioritas. Untuk menghindari kerumunan ia membagi tugas untuk para siswa.

Baca juga:  PPDB SMA-SMK, Piagam Prestasi Tak Berlaku

Kelas tiga, empat, dan lima sebagai peserta upacara secara luring. Sedangkan kelas satu dan dua melakuan upacara bendera dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Semua peserta upacara di sekolah pun menerapkan social distancing.

Pemandangan unik terjadi saat upacara akan dimulai. Salah satu guru membunyikan terompet dan semua siswa berbaris dan berjalan rapi menuju barisan di lapangan. Siswa mengenakan seragam merah putih sedangkan guru menggunakan baju adat semarangan.

Abdul Khalik menambahkan upacara hardiknas yang harusnya diperingati pada tanggal 2 Mei harus di undur karena bertepatan dengan lebaran.

“Karena tanggal 2 Mei kemarin bertepatan dengan lebaran. Dari Kementerian Pendidikan mengintruksikan untuk dilakukan upacara tanggal 13 Mei, ya kami mengikuti. Karena ini merupakan upacara perdana setelah dua tahun pandemi, antusias siswa pun sangat tinggi,” akunya.

Baca juga:  Wujudkan Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Dalam pidatonya Abdul Khalik mengajak siswa untuk berpendidikan yang tinggi. Tak hanya mencari ilmu, tapi juga mempunyai intelektual yang tinggi yakni cerdas, berakal, dan berpikiran jernih.

“Muaranya pendidikan adalah pendidikan budi pekerti dan akhlakul karimah. Jangan hanya paham ilmunya. Tapi siswa harus mempunyai intelektual yang tinggi agar mereka tidak sombong dan selalu sopan kepada orang lain,” pungkasnya. (cr4/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya