alexametrics

PTM di Semarang 100 Persen Tanpa Shifting

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Usai libur Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriyah, seluruh sekolah SD/SMP/SMA di Kota Semarang menerapkan skema pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen. Penerapan tersebut dilakukan tanpa ada pergantian masuk atau sistem shifting.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di beberapa sekolah, para siswa semangat mengikuti pembelajaran secara normal. Mulai dari pembelajaran di kelas hingga praktikum di laboratorium dan lapangan. Kendati demikian, protokol kesehatan (prokes) tetap dilaksanakan dan masih ada perbedaan teknis di beberapa sekolah.

Wakil Kepala (Waka) Kurikulum SMK Negeri 4 Koman Wastito Edi Wibowo mengatakan, penerapan PTM 100 persen berdasarkan pertimbangan dan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang. Selain PPKM berada pada level 1, tingkat vaksinasi juga sudah mencapai 80 persen.

Baca juga:  Undip Dirikan Pusat Kajian Kejaksaan

“Kita masuk pukul 07.00 full sampai nanti sore. Ini kali pertama memasukkan siswa 100 persen yakni ada 1.700 lebih,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (9/5) kemarin.

Ia mengungkapkan, persiapan PTM dilakukan sejak akhir puasa. Baik orang tua, murid, dan guru sudah diinformasikan. Ruangan juga diubah. Yang semula berkapasitas 50 persen ditingkatkan menjadi 100 persen. “Tingkat vaksinasi guru dan murid hampir 100 persen. Kecuali bagi yang punya komorbid,” jelasnya.

Secara terpisah, guru agama SDN Wonotingal Andika Wisnu mengatakan, hari pertama masuk pasca libur Lebaran dimanfaatkan untuk kegiatan halal bi halal. Pelaksanannya secara bergantian dari kelas 1-3, kemudian kelas 4-6.

Baca juga:  Salat Tarawih Perdana, Warga: Saya Malah Lebih Waswas Kalau ke Pasar

Sebelumnya sudah dilakukan PTM 100 persen, namun dengan sistem pergantian siswa pagi dan siang. Sehingga anak-anak tidak perlu beradaptasi terlalu lama. Untuk saat ini, upacara di lapangan belum diizinkan dan kantin sekolah masih tutup. “Kemarin ada edaran untuk upacara HUT Semarang dan Hardiknas. Namun nanti akan ada pembagian pelaksanaan,” ujarnya.

Andika melanjutkan, meski masuk 100 persen tanpa adanya pergantian siswa, ada pemangkasan durasi pembelajaran. Kelas rendah (1, 2, 3) pulang pukul 09.30-10.00, sedangkan kelas tinggi (3, 4, 5) pukul 11.15-11.30. “Kalau normal pukul 13.00 semua. Itu pun bertahap untuk menghindari kerumunan,” tuturnya. (cr3/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya