alexametrics

Terapkan Prinsip 3R, SD Negeri Gedawang 01 Ajarkan Siswa Berkreasi dari Sampah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Budaya untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mengajarkan prinsip reuse, reduce, dan recycle (3R) memang perlu ditanamkan sejak dini. Sehingga persoalan sampah bisa teratasi secara alami karena generasi emas yang disiplin dan cinta lingkungan. Hal itulah yang diterapkan pihak SD Negeri Gedawang 01 kepada siswanya.

Kegiatan kemarin diikuti 35 siswa kelas 4 dan 5. Bekerja sama dengan kelurahan, departemen teknik lingkungan Universitas Diponegoro (Undip), dan Bank Sampah Gedawang Asri (BSGA). Para siswa diajari memilah sampah dan menerapkan 3R.

Kepala Sekolah SDN Gedawang 01 Lailiyati mengatakan, siswa SD rentan membuang sampah sembarangan. Mereka belum bisa membedakan sampah organik dan anorganik.

Baca juga:  Pemkot Semarang Perlu Tambah WiFi hingga Tingkat RW

Bergantinya pembelajaran daring ke PTM membuat murid menjadi lupa akan materi yang telah dipelajari di sekolah. Termasuk cara membedakan sampah organik dan anorganik. “Awal PTM mereka membuang sampah sembarangan. Semua sampah ditumpuk jadi satu,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah mengupayakan agar siswa dapat memilah sampah sejak dini. Siswa yang mengikuti sosialisasi adalah siswa pilihan. Mereka akan mendapat jadwal pengelolaan sampah di sekolah.

“Nanti mereka akan jadi dokter lingkungan di sekolah. Tugasnya memilah sampah,” terangnya.

Setelah sampah dipilah, akan disetor ke BSGA setiap bulan. Selain itu pada pelajaran seni dan budaya, anak-anak akan diajari membuat kreasi dari sampah. Hal ini salah satu upaya untuk mengurangi sampah di sekolahan.

Baca juga:  Banyak Guru Lolos Seleksi PPPK, Sekolah Swasta Pusing

Sementara itu, dosen teknik lingkungan Undip Sri Sumiyati menambahkan, menerapkan prinsip 3R sedini mungkin sangat penting. Terutama dari lingkungan keluarga.

“Selain mengajarkan teori. Kita juga praktik biar anak-anak tau kreasi apa saja yang bisa dibuat dari sampah,” jelasnya.

Pihak BSGA pun mengajari siswa membuat boneka dari tutup botol plastik. Tidak hanya pengolahan sampah anorganik. Pengolahan sampah organik untuk dibuat kompos juga diajarkan. Dengan demikian sampah akan menjadi berkurang.

“Tidak hanya kreasi dari sampah plastik. Ke depan kita akan mengadakan sosilasi dan praktik tentang pembuatan ekoenzim,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan semacam ini akan dilakukan setiap tahun. Tujuannya untuk mempersiapkan anak-anak menjadi pelopor peduli lingkungan. (cr4/zal)

Baca juga:  Kelurahan Padangsari Siapkan Berbagai Inovasi Produk Tempe

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya