alexametrics

SMPN 17 Semarang Unggulkan Prestasi Non Akademik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – SMPN 17 Kota Semarang lebih mengunggulkan prestasi non akademik. Sekolah yang beralamat di Jalan Gabeng Raya, Jangli, Kecamatan Tembalang, ini mendorong siswanya berkarya sesuai bakat dan minat yang dimiliki.

Kepala SMPN 17 Kota Semarang Heppy Anggaryani Sri Wilujeng mengatakan, kondisi siswa serta orang tua minim kesadaran untuk berprestasi secara akademik. Karena itulah, pihak sekolah mendorong siswanya untuk menggali prestasi di bidang non akademik.

“Kondisi sosial masyarakat di sini agak sulit untuk diajak ke bidang akademik. Jadi kita dorong anak-anak ke non akademiknya,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menambahkan, tidak mau memasakkan kondisi siswa. Kebanyakan siswa mempunyai keunggulan di bidang non akademik. Jika dari pihak sekolah menarik ke bidang akademik akan sulit. Ekstrakulikuler yang digemari siswa pun masih berkaitan dengan olahraga yaitu sepak bola dan voli. “Sekuat apapun kita dorong ke akademik nggak akan jalan. Pasti akan kalah dengan sekolah lain,” tandasnya.

Baca juga:  Salat Jumat Perdana, Jamaah Anak Dilarang  

Beberapa prestasi SMPN 17 tingkat Kota Semarang di antaranya, juara 1 lomba adzan, juara 1 liga futsal antar SMP, juara 1 trofeo Ramadan big brother futsal league, juara 2 pertandingan bola voli putri antar SMP, juara 2 patembayan macapat putra, juara 2 variasi formasi paskibra, juara 2 lomba kaligrafi, juara 2 keroncong remaja putra, dan lain sebagainya. Terakhir SMPN 17 Kota Semarang meraih juara 3 lomba story telling tingkat Kota Semarang dan juara 3 kontes menyanyi tingkat nasional.

Sementara itu Lutfi, guru yang pernah mengurus bidang kesiswaan ini mengatakan, sejak pandemi Covid-19 SMPN 17 Kota Semarang tidak pernah mengikuti lomba apapun. “Sejak pandemi kita benar-benar off. Terakhir hanya maju story telling dan lomba menyanyi,” jelasnya.

Baca juga:  Jurnalis Cilik SMPN 38 Juara 3 LKJS 

Pandemi tak kunjung usai membuat sekolah harus melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) 50 persen. Hal ini berpengaruh pada keterampilan siswa di bidang non akademik. “Setelah pembelajaran mereka akan latihan atau sekedar mengikuti ekskul,” katanya.

Saat ini kegiatan ekstrakulikuler di luar pembelajaran terganggu. Harapannya pandemi bisa menjadi endemi dan kegiatan sekolah bisa normal kembali. (cr4/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya