alexametrics

Putus Sekolah di Kabupaten Wonosobo Masih Tinggi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO – Angka putus sekolah di Kabupaten Wonosobo masih tinggi. Pandemi covid-19 menjadi salah satu penyebab banyaknya anak yang tidak melanjutkan sekolah. Karena secara tidak langsung memukul kehidupan ekonomi warga.

“Efek pandemi ini secara langsung menurunkan ekonomi masyarakat secara drastis. Tentunya ini akan menyulitkan bagi kebanyakan orang tua untuk memberikan pendidikan bagi anak-anaknya,” kata Anggota Komisi X DPR RI Bramantyo Suwondo saat berkunjung ke Wonosobo Rabu (2/3).

Ia mengaku akan segera menentukan kebijakan tentang pembantu pendidikan. Dengan memberikan beasiswa kepada anak-anak yang membutuhkan. “Sehingga dengan ini harapannya akan menekan angka anak putus sekolah di kabupaten ini,” katanya.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengaku, saat ini masih terus melakukan verifikasi faktual dari data yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Data sekitar 3500 anak yang putus sekolah ini tengah dicek ke pihak sekolah untuk dipastikan. “Jika sudah selesai, tahap berikutnya tinggal menurunkan kebijakan dengan berbasis data yang telah kita peroleh ini,” lanjutnya.

Baca juga:  Minta Warga Unnes Tingkatkan Produktivitas

Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Wonosobo Mugi Sugeng menyambut baik langkah pemkab mendata langsung anak yang putus sekolah. “Karena mungkin di lapangan akan berbeda hasilnya. Misalnya setelah anak lulus SD langsung ke Pondok Pesantren. Akhirnya tidak terdaftar. Kan bisa saja itu terjadi,” ujarnya. (git/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya