alexametrics

Senin, PTM Kembali Digelar

Jika Ada Lima Siswa Positif, Sekolah Di-Lock Down

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pembelajaran tatap muka (PTM) akan kembali digelar di Kota Semarang, Senin (21/2) lusa. PTM sempat dihentikan sementara selama dua pekan lantaran ditemukan siswa dan guru yang terpapar Covid-19. Pada pelaksanaan PTM nanti, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang akan melakukan langkah antisipasi penularan Covid-19 di sekolah dengan memperketat protokol kesehatan, SOP (standar operasional prosedur), dan memberikan kebijakan siswa yang masuk hanya 50 persen dari total kapasitas kelas.

“Sebelumnya sudah kita kumpulkan pengampu satuan pendidikan. Kita minta perketat prokes dan SOP. Satgas Covid-19 di sekolah pun harus jalan. Sesuai SKB empat menteri, harusnya kita bisa 100 persen. Namun kita ambil kebijakan 50 persen dulu siswa yang masuk,” kata Kepala Disdik Kota Semarang Gunawan Saptogiri kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (18/2).

Baca juga:  SMA Teuku Umar Juara 2 lomba Teknik Sepeda Motor

Untuk durasi, lanjut mantan kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang ini, masih sama seperti sebelumnya, yakni enam jam, dan dilakukan hari Senin sampai Jumat.

“Orang tua tidak ada yang menolak, semua setuju PTM dilakukan. Malah kemarin, ada yang komplain kenapa daring lagi,” tuturnya.
Langkah antisipasi untuk menekan penyebaran Covid-19 di sekolah, terutama mencegah klaster sekolah, jelas dia, yakni jika ada temuan lima siswa positif dalam satu kelas, maka ia memerintahkan satu sekolah untuk ditutup alias lock down selama lima hari.

“Misalnya, kalau ada lima temuan atau lebih, kita minta sekolah ditutup. Kalau hanya satu atau dua saja setelah di-tracing, kita arahkan yang terpapar untuk menjalani isolasi mandiri,” bebernya.

Baca juga:  PTM 100 Persen, Sekolah di Kabupaten Semarang Terkendala Minimnya Tempat Cuci Tangan

Pihaknya mengimbau kepada orang tua siswa, jika anaknya kurang enak badan misalnya mengalami demam, pilek ataupun batuk, sebaiknya tidak usah berangkat sekolah sampai sembuh. Hal ini dilakukan mengantisipasi penularan varian baru, yakni omicron.

“Temuan siswa yang terpapar sebelum dilakukan daring, sudah negatif semua. Alhamdulillah, saya harap tidak ada lagi temuan kasus. Kepala sekolah dan orang tua kita minta kalau anaknya meriang, tidak usah berangkat dulu,” katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memastikan jika PTM akan digelar mulai pekan depan setelah diganti daring selama dua pekan terakhir. Menurutnya, Disdik sudah memastikan SOP dan protokol kesehatan di sokolah dilakukan lebih baik lagi.

Baca juga:  Dewan Usulkan Jam Pelajaran di Kabupaten Semarang Ditambah 15 Menit

“Sudah saya sampaikan ke Pak Kepala Dinas Pendidikan, PTM jangan full 100 persen. Coba kita mulai dengan 50 persen dulu,” jelasnya
Jika pelaksanaan PTM berjalan baik, lanjut dia, jumlahnya bisa ditambah terus. Hendi juga mengingatkan semua sekolah di bawah naungan Pemkot Semarang agar bersiap dengan baik. Mengingat kasus Covid-19 saat ini sedang meningkat.

“Jika pelaksanaannya baik, minggu depannya akan ditambah secara bertahap. Begitu seterusnya. Jangan lupa siapkan infrastruknya, standar operasional prosedur, kemudian mewajibkan guru dan siswa untuk swab rutin agar tidak ada klaster sekolah,” pesannya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya