alexametrics

Prof Gunarto Siap Jalankan Tujuh Program Unggulan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Prof Dr Gunarto SH MHum resmi menjabat Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menggantikan Assoc Prof Drs Bedjo Santoso MT PhD. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua umum pengurus Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) Hasan Toha Putra MBA Senin (31/1).

Gunarto telah menyiapkan tujuh program kerja untuk kemajuan Unnisula.  Pertama, penguatan Budaya Akademik Islami (BUDA-I), sebuah strategi pendidikan untuk mewujudkan dosen, tendik, dan mahasiswa memiliki kompetensi, beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, menuju peradaban Islam yang adil, sejahtera dan diridhoi Allah SWT.

Kedua, mewujudkan pesantren mahasiswa khaira ummah. Nantinya, seluruh mahasiswa baru akan mendapat fasilitas untuk menimba ilmu di pesantren mahasiswa selama empat bulan. Di sana menjadi pusat pemantapan generasi khaira ummah, melaksanakan birul walidain, dan pembinaan kader dakwah yang memiliki kompetensi pengetahuan.

Baca juga:  Prestasi Siswa dan Sekolah Makin Hebat

Ketiga, penguatan penerapan manajemen Unissula berbasis syariah yang berintegrasi dan berimplikasi memberikan keberkahan kepada semua civitas akademika. Keempat, menerapkan ekosistem halal serta mewujudkan harta wakaf yang produktif secara bertahap.

Kelima, meningkatkan kualitas institusi Unissula dengan mewujudkan akreditasi PT Unissula Unggul pada 2022. Seluruh prodi tahun 2027 terakreditasi A/Unggul, serta 40 prodi terakreditasi internasional. Kemudian meningkatkan rangking Unissula menjadi yang terbaik di Jateng dan masuk 10 besar perguruan tinggi Islam di Indonesia. Selain itu, mendorong capaian 100 profesor pada 2027.

Keenam mewujudkan Unissula sebagai kampus teladan lingkungan nasional melalui penerapan kampus yang Islamic, Green, Eco, dan Smart (IGES). Ketujuh, menjadikan Unissula sebagai kampus khaira ummah sekaligus menjadi branding seluruh kegiatan akademik.

Baca juga:  UKSW Terima Hibah dari Aruba

“Setiap bulannya kita akan mengukuhkan guru besar kehormatan dan bisa mengukuhkan doktor Honoris Clausa bagi non-dosen yang memiliki tiga reputasi yakni pendidikan, kemanusiaan dan keagaman,” jelasnya. (fgr/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya