alexametrics

Tak Ditemukan Klaster Sekolah, Pembelajaran Tatap Muka Semarang Dilanjutkan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang  – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang kembali melanjutkan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Senin (8/11/2021) ini. Menyusul tidak ditemukannya kasus baru Covid-19 di sekolah.

Disdik telah menjalankan tracing di sekolah tersebut. Hasilnya, tidak ditemukan kasus baru. Hal ini lah yang mendasari PTM bisa berjalan kembali. “Senin (hari ini,red) sudah masuk lagi karena tidak ada klaster Covid-19 di sekolah,” tegas Kepala Disdik Kota Semarang Gunawan Saptogiri, Minggu (7/11/2021).

Meski begitu, pihanya tidak memaksakan seluruh sekolah menjalankan PTM. Gunawan mempersilakan sekolah yang masih terdapat kasus bisa menerapkan pembelajaran daring. ” Saat ini, yang masih ada kasus hanya satu sekolah,” bebernya.

Baca juga:  Proklim Purwokeling Pelopori Ecobrick di Semarang Hingga Jadi Proklim Nasional

Adanya temuan kasus Covid-19 beberapa waktu lalu, kata dia, menjadi evaluasi bagi Disdik dalam penerapan PTM selanjutnya. Penerapan protokol kesehatan masih menjadi perhatian serius. Pihak sekolah diminta lebih disiplin lagi dalam menjalankan prokes. “Kemarin sudah ketat, namun tidak boleh kendor. Harus ekstra ketat,” tegasnya.

Hasil tracing yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes), kata dia, sebenarnya penularan Covid-19 tidak terjadi di sekolah. Apalagi jam belajar siswa di sekolah hanya dua jam, protokol kesehatan juga dilakukan secara ketat begitu siswa masuk ke area sekolah. Saat pulang sekolah, siswa pun wajib menunggu di kelas jika belum dijemput.

“Antisipasi penularan di luar sekolah juga harus dilakukan, misalnya di lingkungan rumah atau lainnya. Kami harap siswa bisa dijemput oleh orang tua,” pungkasnya.

Baca juga:  PPDB Online, Masih Ada 1.180 Kursi SD yang Kosong

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam menjelaskan, temuan kasus positif di beberapa sekolah harus menjadi pembelajaran Disdik atupun pihak sekolah jika PTM kembali dilaksanakan.

“Selain itu orang tua harus berperan aktif mencegah penularan Covid-19. Misalnya yang belum vaksin ya harus segera vaksin, termasuk kontak erat di sekitar keluarga,” tuturnya.

Dinkes, kata dia, saat ini menyasar vaksinasi ke tingkat RW dengan cara door to door. Ia berharap masyarakat bisa memanfaatkan program tersebut dengan maksimal. (den/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya