alexametrics

Gerobak Baca Kelurahan Barusari Genjot Literasi Anak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Gerobak baca menjadi inovasi baru ibu-ibu PKK RW 04 Kelurahan Barusari. Itu dilakukan untuk ikut mencerdaskan anak-anak. Selain membaca, anak-anak juga dikenalkan permainan tradisional.

Ide tersebut didukung istri Wali Kota Semarang dengan diresmikannya Rumpin (Rumah Pintar) sebagai pusat belajar anak di Kelurahan Barusari. “Kami ingin mengenalkan buku yang menjadi jendela dunia ini kepada anak-anak terutamanya. Dan ibu-ibu di RW 04 juga,” kata Windy Aryadewi, 49, penggagas gerobak baca.

Tak sekadar buku pelajaran, ada juga buku cerita, buku pengetahuan umum, serta buku resep masakan. Kini koleksinya sudah mencapai 500-an buku dan akan terus bertambah. “Buku itu didapat dari sumbangan tiap-tiap warga,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang saat ditemui di kediamannya.

Baca juga:  Tim SMPN 23 Semarang Juarai LKJS

Selain bisa membaca, anak-anak juga mendapat pelatihan berupa seni kerajinan kriya, komputer, tari, hingga permainan tradisional yang kini jarang dimainkan. Seperti permainan tradisional egrang, bekel, gasing, dan dakon.

“Permainan itu kan sudah jarang dimainkan. Nah, di sini mereka bisa bermain langsung. Biar gak main gadget terus,” jelasnya yang juga advokat ini.

Kegiatan gerobak baca ini biasanya dilakukan setiap Sabtu. Mulai pukul 15.00 sampai 17.30. Sedangkan kegiatan pelatihan, biasa dilakukan setiap Selasa sore. Pelatihan yang digelar tak hanya diikuti anak-anak. Ada juga ibu-ibu (orang tua si anak) yang ikut terjun langsung mengikutinya.

Bahkan melalui itu, mereka telah menghasilkan produk yang bernilai jual. Seperti taplak meja, masker, hingga dompet yang terbuat dari plastik bekas minyak goreng. “Yang masker ini sudah kami jual. Lumayan buat penghasilan para ibu juga,” ungkapnya.

Baca juga:  Pensiunan Polisi yang Jadi Manusia Silver Ternyata Juga Pernah Jadi Sopir Angkot

Ketua PKK Barusari Sri Rahayu Ningsih Kuncoro, 71, mendukung kegiatan ini. Selama ia berkecimpung di PKK, baru kali ini ada ide kreatif yang menggandeng anak-anak. Ia ingin mengubah mindset jika PKK tidak hanya kegiatan ibu-ibu.

Tetapi juga bisa menggandeng anak-anak yang menjadi generasi muda. “Ini akan berjalan terus. Semoga bisa menginspirasi kelurahan yang lain. Karena literasi itu penting,” tandasnya. (cr8/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya