alexametrics


Saatnya Guru Akidah Akhlak Berkarya lewat Tulisan

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID–Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Akidah Akhlak Provinsi DI Yogyakarta sukses menggelar Webinar Nasional pada Kamis (9/9/2021) melalui Zoom Meeting. Kegiatan webinar ini mengangkat tema “Menjadi Guru Mahir Menulis di Masa Pandemi” mampu menghadirkan 750 peserta lebih di seluruh Indonesia.

Hadir dalam kegiatan ini, Direktur GTK Madrasah Kemenag RI Dr Muhammad Zain MAg, Kasubdit Bina GTK MA/MAK H Muchammad Sidik Sisdiyanto SAg MPd, dan Kabid Dikmad Kanwil Kemenag DIY H Muntholib SAg MSi.

Selain itu juga Kasi Dikmad Kemenag Kota dan Kabupaten DI Yogyakarta, Ketua MGMP Akidah Akhlak Nasional, serta Ketua MGMP Akidah Akhlak Provinsi DI Yogyakarta.

Saat membuka webinar, Muhammad Zain memberikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh peserta webinar Akidah Akhlak, serta panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.

“Tema yang akan dibahas dalam webinar sangat menarik, seorang guru tidak hanya mengajar di dalam kelas, namun juga harus berkarya melalui tulisan, agar ilmu yang dimiliki lebih bermanfaat dan membagikan pengalaman-pengalamannya kepada semua lapisan masyarakat,” tuturnya.

Bertugas dalam kegiatan Dewi Prasari Suryawati SAg MSi sebagai Master Ceremony dari MAN 1 Gunungkidul dan Dian Alqoma SPdI sebagai moderator dari MAN 2 Sleman. Sebagai narasumber, Pimpinan Redaksi Jawa Pos Radar Semarang H Arif Riyanto SH yang menyampaikan materi “Strategi Penulisan Artikel Ilmiah Populer di Media Massa.” Narasumber kedua, Guru Akidah Akhlak MAN Insan Cendekia Serpong Away Baidhowy MA menyampaikan materi “Best Practice Dalam Pembelajaran Akidah Akhlak”.

Di akhir acara ditutup langsung oleh Kasubdit Bina GTK MA/MAK H Muchammad Sidik Sisdiyanto SAg MPd. Ia menyampaikan harapan besar kepada guru-guru akidah akhlak agar menulis menjadi kebiasaan baru di masa pandemi ini.

“Setelah kegiatan webinar ini selesai, masing-masing guru bisa membuat karya dalam bentuk artikel, buku, ataupun jurnal yang bisa diterbitkan, baik di media cetak maupun online, sehingga bisa menjadi semangat bagi guru-guru lainnya di seluruh Indoensia,” harapnya

Arif Riyanto memamparkan tentang strategi menulis artikel ilmiah populer untuk kepentingan penilaian angka kredit (PAK). “Jadi yang ditulis bisa ide, gagasan atapun pengalaman mengajar bapak ibu sebagai guru akidah akhlak. Menulisnya simpel tapi angka kreditnya tinggi. Satu artikel nilainya 1,5 untuk koran tingkat provinsi, dan 2 untuk koran nasional,” paparnya.

Pria yang akrab disapa Aro ini menambahkan, kunci sebelum menulis adalah banyak membaca. Minimal membaca karya artikel dari guru-guru lain yang sudah dimuat. “Silakan bapak ibu guru baca di online kami Radarsemarang.id. Buka di rubrik Untukmu Guruku, di sana banyak contoh-contoh artikel ilmiah populer karya bapak ibu guru,” katanya.

Sedangkan Away Baidhowy menjelaskan tentang kurikulum akidah akhlak, serta model-model pembelajaran yang diterapkan di sekolahnya. Ia juga selalu mengajak anak didiknya untuk menulis dan dibukukan.

Alhamdulillah sudah beberapa buku yang diterbitkan. Ini hasil karya siswa. Bahkan, ada yang awalnya hanya ditulis tangan dalam kertas bergaris, lalu kami ketik dan diterbitkan menjadi buku,” katanya.

Di sela mengajar, Baidhowy juga rajin menulis apa saja di media sosial. Dari tulisannya itu, Baidhowy kemudian menyusunnya menjadi sebuah buku. “Sekarang masih dalam proses penerbitan,” ujarnya.

Dalam webinar ini, peserta terlihat sangat antusias. Selama tiga jam, peserta webinar tampak semangat mendengarkan kedua narasumber. Mereka juga memberikan berbagai pertanyaan baik lewat chat maupun bertanya langsung. Bahkan, hingga waktu berakhir, banyak pertanyaan dari peserta tidak bisa dibahas satu-persatu. (aro)

Artikel Menarik Lainnya

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya