alexametrics

Sekolah-Sekolah di Semarang Siap Sambut Pembelajaran Tatap Muka

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang untuk memulai pembelajaran tatap muka (PTM) paling lambat September mendatang mendapatkan dukungan dari kalangan DPRD Kota Semarang. Dalam aturan PPKM yang ada, Kota Semarang yang masuk level 3, dimungkinkan menggelar PTM sesuai dengan protokol kesehatan, serta membatasi jumlah siswa maksimal 50 persen.

“Sebenarnya blended learning (Gabungan pembelajaran secara tatap muka dan daring, Red) bisa diterapkan di wilayah yang masuk PPKM level 3. Jadi, bisa PTM dan juga daring. Bisa diatur juga yang masuk 50 persen, bisa sistem ganjil-genap,” jelas Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dari segi kesiapan, politikus Partai Golkar ini mengaku Komisi D sudah meninjau kesiapan sekolah, dan menurutnya sudah siap untuk menyelenggarakan PTM. Apalagi guru dan tenaga kependidikan pun sudah mendapatkan vaksin.

“Anak-anak TK, SD, dan SMP ini idealnya PTM, sehingga kualitas pembelajaran dijaga, dan hak mereka tidak hilang. Kalau mahasiswa mungkin masih ter-cover jika menggunakan sistem daring,” tambahnya.

Baca juga:  Beri Jeda Pembelajaran Tatap Muka Selama Dua Pekan

Terkait vaksinasi pada pelajar, serapannya memang masih sangat kecil. Jika memang PTM dilakukan, kuncinya harus ketat dalam penerapan protokol kesehatan.

“Tentu harus berhati-hati. Kuncinya prokes dan melihat angka penularannya kalau di zona kuning ataupun oranye,” tambah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang M Abdul Hakam.

Hakam mengatakan, untuk memulai PTM, salah satu syaratnya wilayah Semarang ini harus di zona hijau dulu. Apalagi, kata dia, saat ini siswa di Semarang yang sudah divaksin baru sebesar 14 persen.  “Target siswa yang divaksin di Semarang ini sebanyak 200 ribu anak. Namun saat ini vaksinasi juga tidak bisa dilakukan selancar dulu, karena stoknya yang mulai menipis,” kata Hakam.

Menurutnya, meskipun vaksinasi bagi pelajar sudah dilaksanakan di sekolah-sekolah. Itu semua dirasa belum cukup. Masih harus melihat berbagai macam prosedur yang lainnya juga.  “Menurut saya pelaksanaan harus hati- hati. Saya tadi sudah ketemu dengan Pak Kepala Dinas Pendidikan, saya sampaikan pihaknya harus hati-hati dulu. Kita harus melihat ke depan,” ujarnya.

Baca juga:  Siswa di Temanggung Minta Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri mengatakan, PTM sebisa mungkin secepatnya dilaksanakan. Targetnya, PTM dapat dimulai pada Agustus ini, atau paling lambat September.

Menurutnya, saat ini sekolah-sekolah sudah siap menyambut kembali digelarnya PTM. Mengingat sejumlah sekolah sudah melakukan uji coba beberapa waktu lalu.

“Pada PPKM level 3 ini, harapan saya seluruh sekolah negeri di Semarang sudah dapat melaksanakan PTM. Kami harap nanti negeri semuanya, mulai TK, SD, dan SMP. Untuk sekolah swasta silakan mengajukan izin, karena kami harus cek kesiapan mereka terkait standar operasional prosedur (SOP), pengadaan satgas sekolah, dan protokol kesehatannya,” kata Gunawan kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (18/8/2021).

Selain itu, untuk teknis pelaksanaan uji coba ketiga yang rencananya akan digelar minggu depan, akan dibuat seperti uji coba ke satu dan dua. “Sedikit ada tambahan, misalnya yang kemarin hanya kelas 7, bisa ditambah kelas 8 dan 9. Selain itu, dua minggu sekali diadakan evaluasi,” jelasnya.

Baca juga:  Minta Warga Unnes Tingkatkan Produktivitas

Ditambahkan, jam pelajaran di sekolah akan dibuat maksimal 4 jam dengan jumlah peserta 50 persen dari kapasitas ruangan.

Gunawan mengatakan, dalam PTM kali ini bisa saja dibuat model sif atau digilir. Misalnya, dibuat sistem absensi genap-ganjil setiap harinya.  “Nanti setiap hari Sabtu dan Minggu kita adakan pembersihan dengan penyemprotan disinfektan di lingkungan sekolah. Selain itu, siswa juga harus ada persetujuan dari orang tua. Kalau orang tua tidak setuju, siswa bisa ikut pembelajaran daring.

Dari data yang ada, Pemerintah Kota Semarang baru melakukan vaksinasi di lima sekolah, yakni SMP Negeri 3 Semarang, SMP Negeri 15 Semarang, SMP Negeri 9 Semarang, SMP Negeri 1 Semarang, dan SMP Negeri 30 Semarang.  “Kalau satu tempat  tempat 1.000 siswa dikali lima berarti baru 5.000 siswa. Sedangkan, vaksinasi guru negeri dan swasta hampir semua sudah. Persentasenya di atas 95 persen,” terangnya.  (den/cr5/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya